Lubukbasung, KABA12.com. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Barat lakukan monitoring dan supervisi sejumlah posko Gerakan Melindungi Hak Pilih (GMHP) di Kabupaten Agam, Rabu, (17/10).
Komisioner Divisi Teknis KPU Sumbar, Izwaryani Isra mengatakan, kegiatan tersebut dilakukan guna memastikan apakah posko-posko yang telah dibentuk hingga ketingkat PPS di nagari berjalan efektif untuk memastikan masyarakat yang memiliki hak pilih terdaftar pada daftar pemilih Pemilu 2019.
“Kita sudah bentuk posko sampai ketinggkat PPS di nagari, itu akan kita cek apakah posko ini efektif atau tidak. Hari ini KPU turun memonitoring ke lima daerah seperti Agam, Sijunjung, Solok, Padang Pariaman dan Payakumbuh,” ujarnya.
Dijelaskan, GMHP penting dilakukan untuk menyempurnakan Daftar Pemilih Tetap (DPT), karena pada saat itu KPU akan menerima masukan, tanggapan dan saran serta laporan dari masyarakat terkait dengan daftar pemilih 2019.
“Kita diberi target untuk partisipasi pemilih 77,5%. Kita optmis target itu dapat kita capai karena banyak hal yang sudah kita lakukan, diantaranya kita berupaya membersihkan data pemilih dari yang anomali atau invalid. Karena, pada pemilu sebelumnya masalah orang yang tidak lagi ada masih terdaftar dalam DPT dan itu angka terbesar yang menyumbang golput selama ini. Itu fungsi posko GMHP, masyarakat dapat melaporkan hal-hal tersebut kepad petugas KPU,” jelasnya.
Izwaryani Isra menambahkan berdasarkan hasil perbaikan DPT Pemilu 2019 di daerah, saat ini jumlah pemilih di Sumatera Barat sebanyak 3.464.152 orang, namun jumlah tersebut masih akan berubah setelah masuknya nama-nama daftar pemilihan tambahan nantinya.
Ketua KPU Agam, Riko Antoni menambahkan, monitoring dan supervisi yang dilakukan KPU Sumbar terbagi dalam dua tim. Satu tim yang dipimpin Ketua Bawaslu Sumbar malakukan monitoring di wilayah Baso, Ampek Angkek, Banuhampu dan IV Koto.
Sementara tim lain dipimpin Komisoner KPU Sumbar memonitoring posko GMHP di wilayah Lubukbasung, Tanjung Mutiara, Ampek Nagari dan Tanjungraya.
“Monitoring ini dilakukan seiring dengan dideklarasikan secara serentak Gerakan Melindungi Hak Pilih pada hari ini,” ujar Riko Antoni.
(Jaswit)
