Lubukbasung, KABA12.com — Guna memberikan pendidikan politik pada masyarakat pemilih, terutama bagi pemilih pemula atau kaum mileneal untuk Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Agam menggelar Konser Musik bertajuk “Pemilih Berdaulat Negara Kuat” di GOR Rang Agam Padangbaru Lubukbasung, Minggu (31/03) malam.
Meski sebelumnya didera hujan gerimis, Konser megah dengan kilauan gemerlap lampu yang dimeriahkan dengan kehadiran artis minang, Ajo Buset dan Kintani, mendapat sambutan meriah dari Rang Agam dan anak nagari generasi muda di ibukota Kabupaten Agam Lubukbasung.
Ribuan pemilih pemula tampak memadati kawasan lapangan untuk menyanyi bersama sekaligus menyimak tata cara menggunakan hak pilih.
“Tujuan diadakan konser musik diantaranya adalah menyosialisasikan dan memberikan pendidikan demokrasi Pemilu Serentak 2019, dalam upaya meningkatkan partisipasi pemilih mencapai target 77,5%,” kata Ketua KPU Agam, Riko Antoni.
Menurutnya, semua lapisan masyarakat memiliki kewajiban sama untuk menyukseskan Pemilu. Sebab, pada pesta demokrasi 17 April mendatang tak hanya memilih calon wakil rakyat di legislatif (DPR dan DPD RI, DPRD Provinsi, Kabupaten/Kota), tetapi juga mencoblos Calon Presiden dan Wakil Presiden.
“Lewat konser musik ini berharap agar semua pemangku kepentingan mampu bekerja sama dalam mengedukasi pemilih, agar dapat menggunakan hak pilihnya secara baik dan berdaulat. Mari kita beramai-ramai datang ke TPS pada 17 April 2019 untuk memberikan suara,” katanya.
Hal senada juga disampaikan Bupati Agam Indra Catri, yang berharap seluruh warganya yang telah berhak memilih memberikan hak pilihnya dengan ikut berpartisipasi datang mencoblos ke TPS.
“Pada malam ini KPU Agam menggelar konser untuk menunjukkan bahwa pemilu sesungguhnya adalah pesta dan hari kegembiraan, dan bukan waktunya memberi kecaman dan saling meghujat dan menebar kebencian. Pemilu adalah hari ukhuwah yang penuh suka cita untuk memilih pemimpin,” ujar Bupati.
Menurut Bupati Agam dua periode itu, Pemilu ini menyangkut reputasi daerah.
“Pelaksanaan Pemilu di Agam menyangkut marwah dan reputasi Agam. Apa kata duni orang Agam salah dan tidak ikut mencoblos. Jangan sampai KPU dianggap gagal dan jangan sampai masyarakat Agam dianggap tidak ikut berpartisipasi, minimal 67% masyarakat pemilih datang ke TPS untuk menggunakan hak pilihnya” tegas Indra Catri.
(Jaswit)
