KPM PKH Sulam Kasih Ibu Koto Gadang Sukses Kembangkan Usaha

Koto Gadang, kaba12.com — Kelompok usaha bersama KPM PKH jorong Koto Gadang nagari Koto Gadang, kecamatan IV Koto sukses mengembangkan usaha menjahit kain suji.

Kelompok yang terbentuk awal April 2018 diberi nama “Sulam Kasih Ibu” itu beranggota 11 orang dengan ketua Marfayeni, sekretaris Delia Gusni, nendahara Sri Murni dengan pendamping PKH Dila Gusnia saat ini semakin berkembang bahkan mayoritas anggota mulai ahli dalam menjahit.

Seperti dijelaskan Arfi Yunanda, Kabid.Linjamsos Disnsos Agam, ide awal pembentukan kelompok dengan usaha menjahit kain suji itu, diusulkan oleh anggota pada pertemuan awal PKH.

Usulan kegiatan kelompok usaha yaitu menjahit kain suji, mengingat anggota kelompok mempunyai skill dalam menyulam kain dengan teknik kepalo samek, sehingga disepakati kegiatan kelompok menjahit sulam suji dengan modal awal Rp. 20.000 per orang.

Produksi kain yang sudah dihasilkan mulai sulam kain warna hitam,warna merah, putih, warna biru muda dan biru tua, dengan harga jual masing masing kain berbeda.

Harga jual mulai bulan April sampai Desember 2018, masing-masing kain suji warna hitam; Rp2,5 juta dijual ke toko Pandai Sikek, kain suji warna merah Rp.2 juta, menerima upah jahit dari Kotobaru, kain suji warna putih dan berenda Rp2,5 juta diupah oleh pribadi, kain suji warna biru tua Rp.2,5 juta ldijual ke Jakarta, kain suji warna biru muda Rp.2,3 juta menerima upah jahit,” pola ini sangat membantu anggota kelompok,” sebut Arfi Yunanda.

Ditambahkan, untuk pemasaran kain sulam sengaja didistribusikan kd Koto Baru, kemudian dijual di toko Pandai Sikek dan permintaan pribadi masyarakat dari berbagai tempat.

Kegiatan ini, ulas Kabid.Linjamsos Dinsos Agam itu berdampak positif, melalui kegiatan menjahit sulam diharapkan dapat menumbuhkan semangat berkarya dan berwirausaha dikalangan KPM dan menambah pendapatan KPM dan nilai ekonomi sulam suji Koto Gadang.

Ditambahkan, hasil survei pihaknya ke lapangan, kendala KPM dalam mengembangkan usaha, mulai dari usaha “pamedangan” tempat untuk menjahit sulam yang belum tersedia. Saat ini, solusinya dengan meminjam pamedangan memakai milik anggota kelompok.

Selain itu waktu pengerjaan yang lama , 1 kain bisa diselesaikan sampai 1 bulan tergantung tingkat kesulitan motif bunga yang akan dijahit. Semakin banyak motif semakin mahal harganya.

Dijelaskan Arfi Yunanda, sejauh ini banyak peminat dari toko Pandai Sikek, pribadi dan luar kota, ” kedepan, perlu peningkatan jumlah kain yang dijahit dan promosi kain sulam suji Koto Gadang karya KPM PKH 2018, kareba sejauh ini kelompok tersebut masih konsisten menjahit sulam suji di Koto Gadang, ” kita bangga akan hal itu,” ulas pembina KUBE PKH Kab.Agam itu lagi.

(Virgo/*)

0Shares