KPHL Agam Raya Gelar Sekolah Lapang Pengembangan Lebah Madu Galo-Galo

Lubukbasung, KABA12 — UPTD Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KPHL) Agam Raya menggelar sekolah lapang pengembangan budidaya lebah madu tanpa sengat galo-galo bagi kelompok perhutanan sosial se- Kabupaten Agam, Rabu (21/6).

Kegiatan yang diadakan di kawasan Loebas Wisata, Jorong Balai Ahad, Nagari Lubukbasung, Kabupaten Agam itu dihadiri oleh perwakilan KPHL Agam Raya, penyuluh kehutanan, pendamping perhutanan sosial, pemateri, dan 50 peserta sekolah lapang.

Ketua Panitia Pelaksana Sekolah Lapang, Yon Fredi menyebutkan, acara sekolah lapang pengembangan budidaya lebah galo-galo ini digelar selama 2 hari, Rabu-Kamis (21-22/6) di kawasan Loebas Wisata, HKm Kampung Malayu, Jorong Balai Ahad, Nagari Lubukbasung. Sedangkan peserta sekolah lapang berjumlah 50 orang yang terdiri dari perwakilan KPS, KUPS, KTH, penyuluh kehutanan, dan pendamping perhutanan sosial.

“Para peserta yang mengikuti kegiatan ini merupakan kelompok perhutanan sosial di Agam yang sebelumnya sudah menerima bantuan stup lebah madu galo-galo,” katanya.

Sementara pemateri dalam acara tersebut berasal dari pihak KPHL Agam Raya, akademisi Unand Padang, Dinkes Agam, Dinas Koperasi dan UKM Agam, dan Gapoktanhut Gemma Lestari Saiyo Padang Pariaman.

Ia mengatakan, kegiatan ini digelar dalam rangka meningkatkan kapasitas dan kemampuan pengelola dan anggota kelompok perhutanan sosial dan kelompok tani hutan dalam budidaya lebah madu tanpa sengat melalui pola perbanyakan koloni dan pemanfaatan komoditi
lebah madu.

“Sekolah lapang ini lebih difokuskan kepada pecah koloni atau teknik perbanyakan koloni lebah serta pemanfaatan komoditinya,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala KPHL Agam Raya, Boy Martin diwakili Kasubag TU, Dewi Safnita mengatakan bahwa sekolah lapang kali ini merupakan kegiatan lanjutan yang sebelumnya digelar di Padang Tarok, Kecamatan Baso pada November 2022.

“Pada akhir tahun lalu kita sebelumnya telah mengadakan sekolah lapang tentang cara budidaya lebah, pakan, dan perawatan. Sedangkan tahun ini difokuskan pada perbanyakan koloni lebah,” ujarnya.

Pihaknya berharap, kegiatan tersebut dapat menambah wawasan bagi kelompok dalam pengembangan budidaya lebah madu di wilayah masing-masing.

“Mari manfaatkan momentum sekolah lapang ini untuk menambah ilmu dan wawasan tentang pengembangan budidaya madu galo-galo, sehingga nantinya bisa menghasilkan madu yang lebih banyak dan berkualitas,” katanya.

(Bryan)

0Shares