KPHL Agam Raya Gelar Sekolah Lapang Ekowisata

Kamang Mudiak, KABA12 — UPTD Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KPHL) Agam Raya menggelar pelatihan sekolah lapang bagi kelompok perhutanan sosial, Senin (20/11).

Kegiatan yang digelar di Nagari Kamang Mudiak, Kecamatan Kamang Magek, Kabupaten Agam itu diikuti 50 peserta berasal dari kelompok perhutanan sosial di wilayah UPTD KPHL Agam Raya.

Kepala KPHL Agam Raya, Boy Martin menyebut, sekolah lapang digelar selama 2 hari, Senin-Selasa (20-21/11) yang dipusatkan di LPHN Kamang Mudiak.

“Sekolah lapang ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kelompok perhutanan sosial khususnya di bidang ekowisata,” katanya.

Ia menambahkan, sekolah lapang juga menghadirkan narasumber dari berbagai unsur seperti Disparpora Agam, KPHL Agam Raya, KUPS Ekowisata Kapalo Banda Taram, dan Pengelola Ekowisata Green Talao Park.

“Seluruh peserta sekolah lapang diberi materi oleh narasumber yang dihadirkan. Nantinya juga ada kunjungan lapangan ke KUPS Agrowisata Bukit Kincia, Nagari Kamang Mudiak,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kehutanan Sumatera Barat, Yozarwardi Usama Putra mengapresiasi KPHL Agam Raya yang menyelenggarakan sekolah lapang ekowisata bagi kelompok perhutanan sosial. Menurutnya kegiatan ini penting dilakukan karena lebih banyak praktek dalam pelaksanaannya.

“Saya sangat apresiasi kegiatan ini karena biasanya kegiatan pelatihan lebih banyak teori, tetapi sekolah lapang kali ini lebih banyak praktek daripada teori,” ujarnya.

Ia mengatakan, perhutanan sosial merupakan program yang sangat cocok di daerah Sumatera Barat. Hal ini dikarenakan kawasan hutan di Sumbar dekat dengan nagari dan masyarakat.

“Adanya perhutanan sosial tentu dapat menambah pendapatan masyarakat sekitar mulai, misalnya mengambil pemanfaatan hasil hutan kayu, hasil hutan bukan kayu, dan jasa lingkungan seperti ekowisata,” jelasnya.

Pihaknya berharap sekolah lapang dapat menambah pengetahuan kelompok perhutanan sosial, agar nantinya bisa mengembangkan seluruh potensi ekowisata yang ada di nagari masing-masing.

(Bryan)

0Shares