Klarifikasi Isu Pembersihan Danau Maninjau, Andri Warman : Hanya 6.000 Unit KJA

Lubukbasung, kaba12.com — Bupati Agam Dr.Andri Warman klarifikasi berbagai isu yang berkembang ditengah masyarakat menyusul proses pembenahan kondisi danau Maninjau yang kini tercemar berat dampak endapan sisa pakan ikan yang menjadi sendimen di dasar danau.

Isu yang santer terdengar terutama terkait dengan pembersihan Karamba Jaring Apung (KJA) yang saat ini tengah didata, termasuk dijadualkan akan ditata dengan baik, dan jumlahnya disesuai dengan daya tampung ideal di danau Maninjau, “tidak ada pembersihan, hanya penataan, ” tegasnya.

Bahkan ditegaskan, penataan dan pembersihan bekas KJA yang kini banyak berserakan di permukaan danau Maninjau, menjadi salah satu langkah awal yang akan dilakukan pemerintah, mengingat pembersihan danau dari kondisi ketercemaran berat menjadi prioritas untuk menyelamatkan danau dan kondisi masyarakat di sekitarnya.

Hal itu ditegaskan kembali Bupati Agam, Dr. Andri Warman, mengklarifikasi santernya isu ditengah masyarakat terkait dengan program pemerintah tersebut, termasuk isu pembersihan KJA secara massal di danau Maninjau, saat membuka branstorming pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif ramah lingkungan sebagai alternative pengalihan usaha produktif KJA salingka danau Maninjau di hotel Sakura Syariah, Lubukbasung, Kamis,(1/7).

Ditambahkan Andri Warman, sesuai program pembenahan danau Maninjau, pemerintah dalam tahapan yang akan dilakukan, adalah dengan menata dan merapikan KJA yang ada, sesuai dengan daya tampung danau Maninjaua yang hanya sebanyak 6.000 unit KJA.

Sementara saat ini, ulasnya, KJA yang ada, sudah sangat melebihi daya tampung danau, yang memicu dampak ketercemaran luar biasa, salah satunya tumpukan sisa pakan ikan KJA yang ini menjadi sendimen di danau Maninjau yang berubah menjadi endapan zat kimiawi yang berbahaya sehingga memicu pencemaran di danau.

Andri Warman menegaskan, upaya pembersihan danau Maninjau tersebut, merupakan program nasional yang didukung pemerintah pusat dan propinsi, untuk menyelamatkan danau Maninjau, karena saat ini, danau Maninjau menjadi salah satu danau prioritas yang harus diselamatkan di Indonesia dari ketercemaran luar biasa, bahkan dari potensi menjadi danau mati.

Mengutip amcnews.com, bupati Agam itu menegaskan, pihaknya sudah menjadualkan proses pembersihan bekas KJA yang tidak digunakan lagi, sebagai langkah awal pembersihan dan penataan KJA di danau Maninjau, yang diharapkan didukung semua komponen masyarakat.

HARMEN

0Shares