Ketua RT-RW Kunci Sukses Pembangunan Bukittinggi

Bukittinggi, KABA12.com — Pemerintah kota Bukittinggi gelar rapat koordinasi bersama ketua RT dan RW se kota Bukittinggi di Auditorium Pustaka Bung Hatta, Senin (19/11).

Rapat dibuka Walikota Bukittinggi, didampingi wakil ketua DPRD, kepala BPN dan sejumlah OPD terkait.

Wakil Ketua DPRD Bukittinggi, H. Trismon, menyampaikan, RT RW merupakan ujung tombak pemerintahan. Apapun program pemerintah tanpa dukungan RT RW tidak akan berjalan maksimal.

“Penggerak pembangunan di tingkat kelurahan, sangat tergantung RT RW. Untuk itu, pemilihannya dilakukan secara demokratis. Ketua RT RW merupakan implementasi dari warganya. RT dan RW harus dapat mencerminkan kinerja yang baik di tengah masyarakat. Karena, RT RW posisi kunci di setiap kelurahan,” ungkap Trismon.

Politisi senior dari partai Golkar itu, juga mengharapkan, agar kerjasama RT, RW, LPM dan kelurahan, dapat terus terjalin dengan baik. Karena dengan sinergi itu, tentu apa yang menjadi program pemerintah, visi misi kepala daerah dapat terealisasi.

Sementara itu, Walikota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, mengungkapkan, rapat koordinasi dilaksanakan untuk memberikan kesepahaman terkait kondisi kota Bukittinggi terkini. Bagaimana Ketua RT dan RW menjadi pengayom bagi warga untuk bergerak aktif menjaga lingkungan.

“Tugas pokok RT RW menggerakkan masyarakat di lingkungan masing masing. Seperti mengaktifkan gotong royong, menggerakkan kepedulain terhadap lingkungan dan tertib secara keseluruhan. Mendorong aktifnya dasawisma dan mengaktifkan ronda malam untuk menjaga keamanan,” ujar Ramlan.

Selain itu, Walikota juga memaparkan sejumlah pembangunan yang sedang dan akan dilaksanakan di kota Bukittinggi.

Diantaranya, kantor Lurah Kayu Kubu akan dipindahkan, pembangunan kembali Pasa Ateh, pembangunan embung Tabek Gadang, pembangunan RSU, rehab trotoar, revitalisasi pedestrian taman Jam Gadang, pembangunan 5 sekolah di tahun 2018 dan 11 sekolah di tahun 2019.

“Ketua RT RW diharapkan juga untuk dapat mensosialisasikan ini kepada masyararakat, agar tidak ada informasi yang simpang siur di tengah warga,” jelasnya.

(Ophik)

0Shares