Ketakutan Masih Hantui Warga di Lokasi Bencana, Cuaca Ekstrem Picu Luapan Banjir

Palembayan,kaba12 — Ketakutan dan kekuatiran selalu menghantui warga di berbagai lokasi terdampak bencana di Kabupaten Agam, apalagi, saat curah hujan tinggi melanda yang memicu peningkatan debit air di aliran sungai yang sebeumnya memicu banjir bandang.

Seperti halnya di wilayah Salareh Aia, Palembayan, kawasan terdampak cukup parah dampak bencana hidrometeorologi siklon senyar 2025, yang secara beruntun menghantam wilayah itu .Bahkan,hingga Rabu, (11/2/2026), luapan aliran sungai yang menakutkan, menghancurkan seluruh jembatan darurat yang dibangun para relawan, TNI Polri dan jajaran lain.’

Kekuatiran warga juga sangat kentara terlihat Senin, (16/2/2026), saat kaba12 berada di kawasan Kayu Pasak, Ngungun dan beberapa lokasi lain di Salareh Aia, saat hujan lebat mendera wilayah itu, puluhan warga langsung memantau perkembangan debit air di aliran sungai yang semakin melebar akibat bencana.

Bahkan, sebagian warga memilih cepat-cepat mencari lokasi aman dari jangkauan banjir dan tanah longsor, dan memilih bertahan di titik aman, karena kuatir luapan air kembali menggila termasuk masih banyaknya titik rawan longsor di sepanjang ruas jalan menuju Kayu Pasak, “lebih baik, kami berada di titik aman, walau hujan-hujan berjalan, lebih baik berada di lokasi aman, “sebut Suardi, warga di Kayu Pasak, kepada kaba12.

Bayangan ketakutan juga dialami warga Tanjung Raya, khususnya di wilayah Maninjau, Sungai Batang, Koto Kaciak,Pasa Rabaa dan beberapa lokasi lain, yang trauma akan dampak bencana akibat curah hujan tinggi. Bahkan, informasi yang diperoleh kaba12, di wilayah Nagari Koto Kaciak,aliran sungai Asam, kembali meluap, sehingga kembali menyebabkan banjir di wilayah tersebut. Banyak rumah warga yang kembali direndam banjir, termasuk memutuskan akses jalan, “hujan lebat, kami sudah ketakutan, “ungkap Sumirda, warga setempat.

(HARMEN)

0Shares