Kaba Bukittinggi

Kemensos dan Ketua DPRD Serahkan Bantuan Atensi Berbasis Keluarga di Bukittinggi

Bukittinggi, KABA12.com — Kementrian Sosial RI bersama Ketua DPRD Bukittinggi, Beny Yusrial, didampingi Dinas Sosial Bukittinggi, serahkan bantuan atensi berbasis keluarga untuk warga Bukittinggi.

Bantuan itu, diserahkan langsung ke rumah warga di beberapa kelurahan, Sabtu (04/12).

Kepala Dinas Sosial Bukittinggi, Linda Faroza, menjelaskan, bantuan diberikan kepada sejumlah warga Bukittinggi yang masuk dalam data penerima bantuan program atensi Kementrian Sosial. Bantuan yang diberikan, berupa alat bantu aksesibilitas dan juga bantuan barang lainnya.

“Bantuan pertama, diberikan kepada Liza, salah seorang warga di Kelurahan Bukik Apik Puhun yang berusia 48 tahun. Dimana, yang bersangkutan mengalami gangguan fisik dan jiwa. Bahkan, yang bersangkutan juga terdaftar sebagai salah seorang bekas ODGJ. Kepada Liza, diserahkan bantuan kursi roda,” jelas Linda.

Selanjutnya bantuan aksesibilitas juga diberikan Aisyah (4) warga Kelurahan BCKR. Dimana, Aisyah mengalami gangguan kelemahan pada fisik, sejak lahir. Sehingga kondisinya saat ini cukup lemah dan tidak berkembang seperti anak anak seusianya. “Kepada sang anak dibantu satu unit kursi roda adaptif dengan meja dan tatakan kaki,” ujarnya.

Bantuan atensi berbasis keluarga diberikan kepada M. Zam Zami dan Kiki Pratama, warga Kelurahan Birugo. “Bantuan diberikan berupa barang dengan nilai yang berbeda. Mereka anak yatim yang orang tuanya meninggal karena covid-19. Ada yang senilai Rp 1.150.500,- dan ada juga bantuan senilai Rp 1.424.100,-,” jelasnya.

Perwakilan Balai Handayani Kemensos RI, Puti Herida Anwar, menjelaskan, bantuan program atensi ini, bertujuan untuk membantu masyarakat agar mereka bisa melaksanakan fungsi sosialnya dan bisa mengembangkan, agar bisa memang melakukan kehidupannya secara wajar di masyarakat. Bantuan ini merupakan bantuan dari Kementrian Sosial.

“Ada tiga pendekatan atensi ini, pertama pendekatan berbasis keluarga, berbasis komunitas dan residensial. Ada 7 komponen penting dalam melaksanakan atensi ini. Contohnya yang kita berikan dukungan disabilitas, apalagi 3 Desember kita peringati Hari Disabilitas Internasional. Komponen lainnya, pemenuhan hidup layak, tapi bantuan tidak boleh duplikasi. Kemudian juga komponen dukungan aksesibilitas ada dukungan kewirausahaan dan ada jaminan sosial,” jelasnya.

Ketua DPRD Bukittinggi, Beny Yusrial, mengapresiasi langkah dari Balai Handayani, Kementrian Sosial RI, yang langsung turun ke rumah warga, untuk menyerahkan bantuan program atensi. Bantuan ini tentunya sangat bermanfaat bagi penerima, apalagi, ada beberapa dari mereka yang mengalami kekurangan atau lemah pada fisiknya.

“Kami sangat berterima kasih kepada Balai Handayani Kemensos RI dan Dinsos Bukittinggi bersama pilar pilar sosial. Bantuan yang diberikan tentunya dirasa tepat sasaran kepada mereka yang benar benar membutuhkan. Kami pun di DPRD juga terus mendorong Pemko Bukittinggi melalui dinas terkait untuk lebih meningkatkan program sosial seperti ini. Termasuk kami di dewan, juga banyak mengarahkan pokir untuk program sosial kemasyarakatan,” ujar politisi muda dari Partai Gerindra itu.

Ketua DPRD Bukittinggi juga meminta, dinas sosial melalui pilar pliar sosial, PSM dan lainnya, untuk memaksimalkan pendataan terhadap warga yang membutuhkan ini. Sehingga program bantuan sosial yang dianggarkan dari APBD, dapat diarahkan kepada warga dengan tepat sasaran.

(Ophik)

To Top