Kelok 44 Belum Normal. Sistim Buka Tutup Diberlakukan

Maninjau, kaba12.com — Kondisi kelok 3, ruas jalan kelok 44, masih belum sepenuhnya normal pasca longsor dan pohon tumbang yang menyekat ruas jalan itu Rabu, (27/6) dini hari.

Upaya pembersihan yang dilakukan tim gabungan sepanjang Rabu, sudah berhasil membersihkan sebagian material longsor dan pokok kayu yang tumbang menggunakan alat berat DPU Sumbar, dibantu tim DPUTR Agam, BPBD Agam, unsur kepolisian, Dishub Agam dan jajaran kecamatan Tanjung Raya Sementara sebagian material lain masih bersisa dan pembersihan akan dilanjutkan Kamis hari ini.

Proses pembersihan yang dilakukan sejak Selasa malam, pasca longsor di dua titik masing-masing di kelok 6 dan 7, dan Rabu dini hari ruas kelok 3 didera longsor dan pohon tumbang dengan volume yang cukup besar.

Seperti dijelaskan Lukman Syahputra, staf Pusdal Ops BPBD Agam, proses pembersihan material longsor dan pokok kayu yang roboh masih akan berlanjut Kamis, karena volume material cukup banyak.

Untuk ruas jalan di jalur kelok 3, terpaksa masih sistim buka -tutup.

Proses pembersihan material sepanjang Rabu berjalan normal karena cuaca mendukung, dan dibantu banyak personil gabungan dari berbagai unsur.

” Pembersihan dilanjutkan Kamis, dan diharapkan bisa tuntas sehingga jalur jalan kelok 44 bisa kembali normal, ” sebut Lukman.

Informasi yang dihimpun kaba12.com, longsor dan pohon tumbang di kelok 44 tersebut dipicu hujan lebat disertai angin kencang yang terjadi sejak Selasa siang.

Proses pembersihan yang diupayakan Selasa malam sampai Rabu dini hari, masih belum tuntas dan dilanjutkan Rabu siang sampai Kamis ini.

Akibat longsor dan pohon tumbang tersebut, memicu kemacetan dari dua arah berbeda, pasalnya ruas jalan Kelok 44 menjadi jalur utama transportasi dari Lubukbasung – Bukittinggi begitu juga sebaliknya.

(Ardi)

0Shares