Kaba Terkini

Kebakaran Marak Terjadi di Agam, Damkar Himbau Warga Waspada

Maninjau, KABA12.com — Dinas Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP-Damkar) Kabupaten Agam menghimbau masyarakat untuk waspada terhadap potensi bencana kebakaran yang selalu mengintai. Hal ini mesti dilakukan menyusul maraknya kejadian kebakaran yang terjadi di sejumlah wilayah di Agam sejak beberapa waktu terakhir.

Plt Kepala Dinas Satpol PP-Damkar Agam, Helton mengatakan, langkah antisipasi pencegahan musibah kebakaran dapat dilakukan dengan cara mengecek jaringan instalasi listrik rumah secara rutin, serta memastikan api kompor sudah padam setelah digunakan.

“Kami kepada seluruh masyarakat agar dapat melakukan pengecekan jaringan instalasi listrik secara berkala, kalau perlu jika sudah tidak layak lebih baik diganti dengan yang baru guna mengantisipasi dan mencegah terjadinya kebakaran,” ujar Helton kepada wartawan usai meresmikan Posko Damkar di Kecamatan Tanjung Raya, Rabu (16/2).

Ia menambahkan, sebanyak 19 kejadian kebakaran terjadi di daerah Kabupaten Agam sepanjang bulan Januari hingga 19 Februari 2022 kemarin. Menyikapi kondisi itu, ia meminta masyarakat untuk melakukan upaya-upaya pencegahan musibah kebakaran.

Disamping itu, pihaknya juga meminta masyarakat untuk memprioritaskan kendaraan Damkar saat menuju lokasi bencana kebakaran.

“Jika sirene dan lampu rotator armada Damkar sudah menyala, mohon diberi akses dan diprioritaskan agar proses penanganan bencana kebakaran bisa cepat dilakukan,” katanya.

Ia juga menegaskan kepada masyarakat untuk tidak bermain-main dengan nomor telepon Pemadam Kebakaran yang sudah disebarluaskan kepada masyarakat.

“Jadi, jangan pernah memberikan laporan abal-abal dan mempermainkan nomor pengaduan Pemadam Kebakaran. Kami harap masyarakat bisa mengerti,” ungkapnya.

Baru-baru ini, peristiwa kebakaran menghanguskan Masjid Taqwa Batang Damar di Jorong Tantaman, Nagari Tigo Koto Silungkang, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam pada Selasa (15/2) malam sekitar pukul 19.20 WIB.

Kejadian itu diduga terjadi akibat korsleting listrik yang berasal dari mesin genset untuk penerangan masjid tersebut. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun kerugian ditaksir mencapai Rp 300 juta.

(Bryan)

To Top