Bukittinggi, KABA12.com — Hasil swab seorang tahanan narkoba Polres Bukittinggi yang sebelumnya diduga memaparkan Covid 19 kepada sang almarhumah istri yang mengandung delapan bulan ternyata negatif.
Meski begitu untuk memastikan kembali kondisi tahanan itu benar-benar negatif, swab kembali akan dilakukan untuk kedua kalinya.
Hal tersebut dibenarkan Ibentaro Samudera, Wakil Ketua Tim Gugus Penanganan Covid-19 Bukittinggi, Sabtu (11/04). Dengan negatifnya hasil labor FK Unand yang keluar pada Sabtu (11/4) siang, pihak Gugus Penanganan Covid 19 Bukittinggi, tentu akan kembali menelusuri, dari mana almarhumah ibu muda yang meninggal dalam kondisi mengandung delapan bulan itu terpapar hingga positif covid-19.
“Hasil tahanan atau suami dari almarhumah keluar tadi siang. Namun, Senin atau Selasa besok akan kembali kita ulang swab nya,” ujarnya.
Sejauh ini, lanjutnya, tim akan kembali bergerak mencari riwayat almarhumah hingga dapat dipastikan nantinya dari mana bisa terpapar Covid 19.
“Itu yang tidak bisa kita berandai-andai, maka dari itu akan dilakukan penelusuran ulang, ” ujarnya singkat.
Sementara itu, Kapolres Bukittinggi, AKBP Iman Pribadi Santoso membenarkan jika hasil tes swab salah seorang tahanan yang istrinya meninggal karena positif terpapar Covid-19, negatif.
“Alhamdulillah hasil lab di Unand terhadap tahanan itu negatif, hasil swab tahanan itu dari labor Unand keluar tadi siang,” ujar AKBP. Iman.
Kapolres menambahkan, meski hasilnya negatif, akan dilakukan swab sekali lagi untuk memastikan tahanan itu benar-benar bersih dari virus Covid 19. Pihaknya pun berharap untuk hasil swab kedua itu benar-benar negatif sehingga tidak ada kecemasan lagi. Karena saat ini puluhan personil Polres Bukittinggi dan semua tahanan juga dilakukan rapid tes untuk memastikan kondisi personil.
“Tahanan itu diisolasi di ruang tahanan sendiri dengan pengawasan ketat. Sementara itu, untuk memastikan kondisi para personil Polres Bukittinggi, terutama para personil yang melakukan kontak langsung dengan tahanan yang selama ini diduga memaparkan virus Covid 19 kepada istrinya yang meninggal dalam keadaan mengandung, Polres Bukittinggi menggelar rapid dan swab tes kepada seratusan lebih personil Opsnal dan staf serta juru periksa Sat Resnarkoba, personil Sat Sabhara, pesonil Sat Tahti, dan serta personil yang sempat berhubungan dengan tahanan narkoba itu, Sabtu pagi di halaman Mapolres Bukittinggi,” jelasnya.
Kapolres Bukitinggi AKBP Iman Pribadi Santoso, didampingi oleh Waka Polres Bukitinggi Kompol Sumintak, Kabag Sumda Polres Bukitinggi Kompol Sunarya, Paur Kes Polres Bukitinggi Penata Heria Utami, dan Kepala Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi Drg. Yandra Veri menjelaskan, tes itu untuk menindaklanjuti keadaan dan untuk memutus mata rantai Covid-19 yang menjadi kecemasan sejak beberapa hari terakhir.
Pemeriksan Rapid Tes ini dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kota (DKK) Bukittinggi, sedangkan Swab di R.S. Achmad Muchtar Bukittinggi. Adapun yang diperiksa oleh DKK adalah sebanyak 44 orang yang terdiri dari personil Resnarkoba, personil Sat Sabhara dan Sat Tahti, sedangkan Swab sebanyak 6 orang personil opsnal Resnarkoba.
Kemudian juga kepada masyarakat yang bertetangga dengan istri tahanan tersebut sebanyak 28 orang diperiksa dengan Rapid Test dan 47 orang tahanan Polres Bukittinggi juga diperiksa dengan Rapid Test.
(Ophik)
