Gubernur Sumbar Kucurkan Bantuan Rp200 Juta Untuk Banjir Badang Galapung

Maninjau, kaba12.com — Gubernur Sumbar Prof.Irwan Prayitno, kucurkan bantuan Rp200 juta untuk membantu pemulihan dan penanganan pasca bencana banjir bandang di Jorong Galapung Nagari Tanjung Sani, kecamatan Tanjung Raya, Jumat,(22/11).

Penyerahan bantuan Pemprov.Sumbar tersebut juga ditambah bantuan dari BAZNAS Sumbar Rp50 Juta bersama berbagai jenis bantuan lain yang dibawa rombongan gubernur Sumbar tersebut.

Bantuan Pemprov Sumbar dan Baznas Sumbar itu, merupakan kunjungan kepedulian yang dilakukan berbagai kalangan sepanjang Jumat hari ini, pasca musibah dahsyat banjir bandang yang meluluh lantakkan jorong Galapung. Musibah itu, merusak 14 rumah warga, 1 mesjid, 1 MDA, ruas jalan, saluran air bersih, areal pertanian, tambak ikan dan sarana lainnya.

Sementara rombongan gubernur Sumbar Irwan Prayitno yang didampingi anggota DPR RI Hj.Nevy Irwan Prayitno bersama jajaran Pemprov Sumbar itu disambut bupati Agam Dr.Indracatri bersama Ny.Vita Indracatri, unsur Forkopimda Agam di pos komando tanggap darurat bencana banjir bandang di Galapung, Tanjung Sani.

Menurut Lukman Syahputra, staf Pusdal.Ops.BPBD Agam gubernur Sumbar yang sampai di posko tanggap darurat bencana Galapung menjelang magrib dan kawasan itu sudah didera hujan, sehingga bantuan diserahkan dalam posko.

Kepada wartawan, gubernur Irwan Prayitno, menyebutkan bantuan yanh diberikan Pemprov Sumbar merupakan bentuk bantuan darurat yang diharapkan bisa membantu penanganan awal pasca bencana.

Disebutkan gubernur, pihaknya setelah mendapat laporan dari bupati Agam, sebelumnya meminta, Pemkab Agam bersama unsur terkait untuk melakukan langkah-langkah penanganan terbaik, dengan memprioritaskan penyelematan masyarakat dan tanapan lain terkait dengan masa tanggap darurat.

Pemprov.Sumbar, ulas gubernur bersama Pemkab. Agam akan segera merumuskan langkah- langkah terbaik untuk penanganan lebih lanjut pasca bencana banjir bandang di jorong Galapung, nagari Tanjung Sani, kecamatan Tanjung Raya tersebut.

Musibah banjir bandang dahsyat yang merusak 14 rumah, 1 mesjid, 1 MDA dan sarana lainnya tersebut, saat ini sudah dalam penanganan oleh tim gabungan penanggulangan bencana, termasuk proses pembersihan material longsor yang menutup akses jalan dan menimbun pemukiman warga, sarana ibadah dan sarana lainnya tersebut.

(Jaswit)

0Shares