Maninjau, kaba12.com — Gotong royong massal yang digagas masyarakat bersama pemerintah kecamatan dan nagari di salingka danau Maninjau terus berlanjut dengan jadual yang sudah disepakati bersama jajaran pemerintah nagari di wilayah kecamatan Tanjung Raya.
Goro massal yang masa jeda dua hari itu, sudah berlangsung sejak Sabtu pekan lalu, diawali di nagari Sungai Batang yang berhasil membersihkan bekas keramba jaring apung (KJA) yang tidak terpakai dan ditinggalkan begitu saja oleh pemiliknya.
Pembersihan serupa juga dilakukan Senin lalu di nagari Duo Koto, berhasil membersihkan bekas KJA, eceng gondok dan alga yang memenuhi permukaan danau Maninjau sehingga menganggu keindahan danau Maninjau.
Camat Tanjung Raya Handria Asmi kepada kaba12.com menyebutkan, program goro massal pembersihan danau Maninjau itu merupakan salah satu agenda khusus yang diusung pemerintah kecamatan dan nagari bersama seluruh elemen masyarakat salingka danau Maninjau dalam upaya membenahi kondisi danau Maninjau yang sudah rusak akibat pencemaran.
Langkah goro massal itu, sebut Handria Asmi, merupakan salah satu tindaklanjut program #save Maninjau yang digagas masyarakat, karena dengan langkah pembersihan manual itu, justru sebagai langkah maju dari berbagai rencana yang sudah disusun sejak lama oleh tim #save Maninjau yang diprogramkan Pemkab Agam.
Pembersihan secara manual, menggunakan tenaga manusia itu, merenangi danau Maninjau, mengemasi dan membersihkan permukaan danau dari berbagai sampah yang mengganggu pemandangan, baik bekas KJA, eceng gondok dan alga yang selama ini merugikan.
Pihaknya bersama jajaran pemerintah nagari sepakat, usai pembersihan danau Maninjau itu, ada langkah lanjutan yang akan dilakukan pihaknya dalam upaya menghidupkan kembali potensi danau Maninjau yang sebelumnya merupakan ikon luar biasa bagi dunia pariwisata di Sumatera Barat, bahkan Indonesia, “kita bergerak bertahap,”sebut Handria Asmi serius.
(Ardi)
