Bukittinggi, KABA12.com — Kementrian kesehatan Indonesia berasama komisi IX DPR RI mengadakan sosialisasi gerakan masyarakat hidup sehat (Germas), di Balai Sidang Hatta, Selasa (13/06).
Kegiatan ini dhadiri oleh anggota komisi IX DPR RI, M. Iqbal, sejumlah pejabat dari Kemenkes RI, Dinas Kesehatan Provinsi, Dinas Kesehatan Bukittinggi, Ketua GOW, sejumlah kepala OPD dan tokoh masyarakat Bukittinggi.
Kepala Dinas Kesehatan Bukittinggi, drg. Yandra Feri mengungkapkan, germas merupakan perpaduan sejumlah program kesehatan. Kegiatan sosialisasi ini diikuti sekitar 150 peserta dari berbagai golongan.
“Gerakan ini merupakan program dari Presiden dalam upaya menurunkan penyakit sehingga tercipta Indonesia sehat,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Walikota Bukittinggi, Irwandi mengapresiasi dipilihnya Bukittinggi sebagai salah satu kota untuk kegiatan sosialisasi ini. Bicara mengenai kesehatan tidak akan bisa berdiri sendiri.
“Bukittinggi tengah melaksanakan sejumlah upaya untuk menjaga dan meningkatkan kebersihan lingkungan, termasuk meningkatkan fasilitas olah raga. Upaya itu kita laksanakan demi terciptanya masyarakat yang sehat. Kegiatan ini juga sangat membantu pemko untuk mensosialisasikan pola hidup sehat kepada masyarakat,” jelasnya.
Anggota komisi IX DPR RI, M. Iqbal, menjelaskan, program Germas disusun bersama pemerintah pusat melalui Kemenkes RI untuk lebih membiasakan masyarakat untuk hidup sehat. Manusia yang sehat dapat bekerja maksimal memenuhi ekonomi, sehingga berdampak pada kesejahteraan sosial.
“Dengan terwujudnya masyarakat yang sehat, tentu akan berpengaruh pada tingkat perekonomian mereka. Hidup sehat harus dimulai dari diri sendiri,” ujarnya.
Kasi Penyehatan Udara dan Tanah Direktorat Kesehatan Lingkungan Dirjen Kesmas Kemenkes RI, Donal Simanjuntak, mengungkapkan, Germas disusun untuk mewujudkan masyarakat berperilaku sehat. Tentunya butuh peran dari seluruh OPD terkait di masing-masing pemerintah daerah.
“Germas dapat diwujudkan dengan peningkatan aktivitas fisik, peningkatan perilaku sehat, penyediaan pangan sehat dan percepatan perbaikan gizi, peningkatan pencegahan dan deteksi dini penyakit dan peningkatan kualitas lingkungan,” pungkasnya.
(Ophik)
