Dua Warga Agam Positif Covid-19. AG dan J Dua Kasus Berbeda, Indra Catri : Transmisi Lokal Terjadi Saat PSBB

Lubukbasung, kaba12.com — Transmisi lokal masih tetap terjadi saat diterapkannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Sumatera Barat, akibat masih rendahnya kedisiplinan dan ketaatan masyarakat dalam menjalankan protokol penanganan covid19.

Hal itu dibuktikan, dengan dua warga Agam yang dinyatakan positif terpapar virus corona yang berada di wilayah nagari Padang Tarok, kecamatan Baso.

Dua kasus yang terjadi di wilayah itu, dengan status pasien dalam pemantauan (PDP) baik pasien J maupun pasien AG, tidak memiliki keterkaitan satu dengan lainnya. Pasien J “mengantarkan” virus corona ke wilayah Agam dan kemungkinan menyebarkannya, sementara pasien AG “menjempurt virus corona ke daerah lain dan menyebarkannya di kabupaten Agam.

Hal itu ditegaskan bupati Agam Dr.H.Indra Catri, menjawab pertanyaan kaba12.com, terkait dengan perkembangan penanganan dua kasus positif covid19 yang terjadi di wilayah kabupaten Agam dalam dua hari terakhir.

Dijelaskan Indra Catri, pelajaran penting yang dipetik pihaknya adalah transmisi lokal di Agam justru tetap terjadi pada saat PSBB diberlakukan di Sumatera Barat, ini menunjukan bahwa disiplin dan kepatuhan masyarakat masih perlu ditingkatkan,” upaya kita untuk memutus rantai penebaran dengan cara meredam pergerakan masyarakat belum sepenuhnya berhasil,” ungkapnya terbuka.

Ditambahkan, sosialisasi yang sudah intensif dilakukan selama ini sepertinya juga belum memberi hasil maksimal, hal itu dibuktika pasien J maupun pasien AG termasuk dalam kelompok usia lanjut dan rentan terpapar, tapi kondisi itu justru tidak menghalangi mereka untuk bergerak.

Bahkan pasien J, ulas Indra Catri, sudah dikategorikan oleh Gugus Tugas Penanganan Covid19 Kota Payakumbuh sebagai ODP dan harus mengisolasi diri namun buktinya bisa lolos untuk bolak baliak Padang Tarok (Agam) – Payakumbuh,” hal ini menjadi catatan khusus untuk menyempurnakan cara bertindak yang diberlakukan PSBB II diberlakukan di Sumatera Barat, “ tegasnya.

Indra Catri mengaku sangat prihatin akan perkembangan kondisi tersebut, dan berharap penyebarannya belum begitu meluas, karena tracking masih dalam proses, sehingga kesimpulan dan tindakan lebih jauh belum bisa dilakukan.

Disisi lain, Bupati bersama Forkopimda Agam, terus mengingatkan masyarakat, pengurus pasar serta pengurus masjid, saat ini tidak waktunya lagi untuk berdebat tentang protokol penanganan covid-19, baik untuk aktivitas di mesjid atau surau, pasar dan tempat keramaian lainnya.

“ Kami himbau masyarakat, untuk mematuhi himbauan dan Maklumat Ulama dan Umara demi kebaikan bersama. Dapat dibayangkan apabila ODP Level I yang diswab hari ini terdapat beberapa orang yang positive, maka kita akan lebih bekerja keras untuk melakukan tracking lanjutan sampai pada posisi yang dianggap aman, “ ulas Indra Catri lagi.

Bupati Agam itu secara khusus, meminta seluruh Walinagari dan Camat, agar lebih tegas dalam melaksanakan penanganan covid-19, sesuai protocol penanganan yang ditentukan dan selalu berkoordinasi dengan Gugus Tugas Percepatan Pengentasan Covid-19 Kabupaten Agam. “Mari kita perkuat benteng di nagari masing-masing, kita hadang bersama padnemi covid-19 ini, “ tegas Indra Catri dengan mimik serius.

HARMEN

0Shares