Duo Koto, kaba12.com — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Agam mengajak seluruh masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan karena akan berdampak terhadap pencemaran lingkungan.
Selain itu, penggunaan plastik juga diminta agar dikurangi karena penguraian sampah berbahan dasar kimia itu dinilai sulit atau terbilang sangat lambat.
Kepala DLH Agam, Ir Jetson menyebutkan, dampak dari membuang sampah sembarangan tentu akan mengakibatkan pencemaran lingkungan dan udara, bahkan hal ini juga dinilai dapat memicu timbulnya berbagai penyakit.
“Jadi, kami mengajak masyarakat untuk tidak lagi membuang sampah terutama berbahan plastik kemanapun, kecuali ke tempat yang telah disediakan pengolahannya,” ujar Ir. Jetson didampingi Walinagari Duo Koto Joni Safri kepada kaba12.com saat mengunjungi Nagari Duo Koto, Selasa (23/3).
Ia menyebut, larangan membuang sampah sembarangan terutama yang berbahan plastik itu dibuat karena sulitnya masa proses penguraian. Sehingga hal tersebut justru dapat memicu terjadinya berbagai persoalan seperti penyakit, pencemaran, dan bencana banjir.
“Disamping itu, jika sampah plastik dimanfaatkan atau didaur ulang dengan cara pengolahan yang benar, maka akan bernilai ekonomis. Jadi, mulai hari ini ayo kita tidak lagi membuang sampah sembarangan,” tegasnya.
Kendati demikian, pihaknya tetap melakukan sosialisasi terkait hal ini dimana pun, baik secara formil maupun non formil jika bertemu masyarakat.
“Bahkan sekarang kita sudah melakukan pendekatan atau koordinasi dengan para Walinagari, agar sampah-sampah yang ada bisa lebih terkoordinir. Oleh karena itu diharapkan pihak Nagari memprogramkan kegiatan-kegiatan pengolahan lingkungan khususnya sampah,” katanya.
Ditambahkan, dalam perencanaan tahun 2021-2022 pihaknya bersama seluruh Nagari sudah mensinergikan hal itu. Bahkan di tahun 2021 ini, sudah ada beberapa Nagari yang menyediakan kontainer.
“Tahun 2022 kita mengharapkan seluruh Nagari sudah makin banyak menyediakan kontainer, karena hal ini merupakan salah satu upaya mengelola sampah berbasis Nagari,” jelasnya.
(Bryan)
