Maninjau, kaba12.com — Dampak cuaca ekstrem kembali menghantam danau Maninjau. Diduga akibat terjangan angin badai dua hari terakhir, ratusan ton ikan dalam danau Maninjau termasuk ikan budidaya keramba jaring apung (KJA) milik warga “memutih” di permukaan danau.
Informasi yang diperoleh kaba12.com, diperkirakan ratusan ton ikan mati mengapung di danau Maninjau, akibat terjangan angin kencang yang terjadi sejak Rabu-Kamis kemarin, sehingga mengaduk-aduk sendimen bekas pakan ikan yang menumpuk di dasar danau.
Diduga, ikan yang mati mengapung dampak keracunan bekas pakan ikan yang beberapa tahun terakhir menjadi musuh besar bagi pengelola budidaya KJA di kawasan danau Maninjau, termasuk para nelayan di danau Maninjau.

Kondisi itu dibenarkan Camat Tanjung Raya Roza Sefridiyenti waktu dikonfirmasi kaba12.com Jumat, (18/11).
Dijelaskan, saat ini sesuai survei lapangan, tercatat 1 lokasi ikan yang mati, khususnya dalam KJA, yakni di Tapian Tampuniak, Jorong Tanjung Sani, Nagari Sungai Batang, dimana diperkirakan 45 ton ikan mati dari 124 petak KJA milik 27 pembudidaya.
Dijelaskan, pihaknya bersama Kadinas Lingkungan Hidup Arief Restu, sudah survei ke Tanjung Sani, untuk membahas langkah lebih lanjut, karena saat ini, untuk proses evakuasi bangkai-bangkai ikan yang mengapung dalam KJA tidak bisa dilakukan, karena banyak ikan yang di luar KJA dalam kondisi sekarat (maangai), karena jika dievakuasi, akan memicu stress ikan yang sedang maangai tersebut.
Untuk mengantisipasi dampak terhadap kondisi danau, disebutkan Camat Tanjung Raya itu, pihaknya sudah meminta warga melalui Jorong Tanjung Sani untuk tidak membuang bangkai ikan di KJA ke dalam danau,karena akan semakin memperparah kondisi di danau Maninjau.
“ Kita sudah menyarankan, warga dan pemilik KJA untuk segera mengevakuasi ikan yang masih hidup ke lokasi penampungan sementara di darat, untuk mengantisipasi dampak yang lebih parah, “ sebut Roza Sefridiyenti lagi.

Sementara informasi yang diperoleh kaba12.com, ancaman ikan mati di danau Maninjau, sesuai siklus cuaca, dimana bulan November ini menjadi salah satu siklus yang berpotensi memicu kematian ribuan ikan di danau yang sudah “sekarat “ tersebut, terutama dalam musim penghujan dan terjangan angin kencang.
Untuk antisipasi tumpukan bangkai ikan di dalam danau, hingga Jumat ini belum diperoleh informasi langkah-langkah yang akan dilakukan, pasalnya di sepanjang danau Maninjau saat ini masih didera hujan lebat dan angin kencang.
HARMEN
