Dibanding Covid-19, Kasus DBD di Agam Ternyata Lebih Tinggi

Lubukbasung, KABA12.com — Temuan kasus penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Agam ternyata jauh lebih tinggi dibanding Corona Virus Disease (COVID-19).

Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit dari Dinas Kesehatan Agam Tri Pipo, Jumat (26/06), angka DBD di Agam sudah puluhan.

“Sejak Januari, angka DBD mencapai 64 kasus, namun tidak ada yang meninggal kena penyakit ini,” katanya

Dikatakan penularan terjadi di beberapa kecamatan, terutama di wilayah Agam bagian timur seperti di Sungai Pua, Banuhampu maupun seputaran Bukittinggi.

Sementara kasus COVID-19, terdata sebanyak 18 pasien, yang terjadi sejak Mei 2020, tak ada pasien meninggal dan semuanya sudah sembuh.

Tingginya DBD dibanding COVID-19, tentu layak dicermati, kendati COVID-19 disebut jauh lebih menular, namun angka DBD ternyata lebih tinggi.

Dijelaskan, COVID-19 adalah penyakit menular yang disebabkan virus corona jenis baru yang sudah menginfeksi 50 ribu lebih pasien di Indonesia, penyakit ini mendadak menjadi perhatian dan mengubah perilaku hidup penduduk Indonesia maupun dunia.

Sementara, DBD adalah penyakit yang timbul akibat gigitan nyamuk aedes aegypti dan juga mudah menular. Kedua penyakit ini menjadi momok karena bisa mematikan jika terjangkit.

(Virgo/*)

0Shares