Lubukbasung, KABA12.com — Kurikulum pengintegrasian pembelajaran bahaya penyalahgunaan narkoba sudah banyak diaplikasi di sekolah-sekolah yang ada di Agam.
Menurut Kaur Bin Ops Sat Binmas Polrea Agam, Iptu Akhiruddin, Kamis (21/3), siswa yang mengikuti kurikulum ini akan dijadikan duta antinarkoba di sekolah mereka.
Saat ini ada 1.030 duta atau penyuluh bahaya narkoba di daerah itu. Ke 1.030 penyuluh itu berasal dari siswa MTsN 11 Tanjungraya sebanyak 180 orang, SMPN 1 Tanjungraya 120 orang, SMPN 2 Tanjungraya 150 orang, SMAN 1 Tanjungraya 180 orang dan SMKN 1 Tanjungraya 400 orang.
“Diharapkan mereka menjadi perpanjangan tangan Polres setempat dalam menyelamatkan generasi muda di tempat tinggalnya dari bahaya narkoba,” katanya.
Dijelaskan, para duta antinarkoba tersebut telah dibekali pengetahuan tentang jenis narkotika, bahaya terhadap kesehatan, ciri-ciri pemakai narkotika. Selain itu, hukuman bagi pengguna dan pengedar, melaporkan ke orang tua, jorong dan kepolisian apabila mereka menemukan ciri-ciri pemakai dan lainnya.
“Ini merupakan langkah yang akan diambil dan seluruh materi itu telah kita berikan saat proses belajar mengajar tentang pengintegrasian pembelajaran bahaya penyalahgunaan narkoba dan narkoba bahaya laten bangsa di lima sekolah itu semenjak pertengahan 2018,” terangnya.
(Jaswit)
