Demo ke Balaikota, Mahasiswa Tuntut Kembalikan Sertifikat Tanah Kampus Fort de Kock, Pemko Buka Peluang Dialog

Bukittinggi, KABA12 — Ratusan mahasiswa dari Universitas Fort de Kock Bukittinggi, gelar orasi di depan gerbang Balaikota Bukittinggi, Rabu (05/07). Mereka meminta Pemerintah Kota Bukittinggi mengembalikan sertifikat tanah yang saat ini telah ditempati kampus Universitas Fort de Kock.

Dalam orasinya, mahasiswa meminta Pemerintah Kota Bukittinggi mengembalikan sertifikat tanah lokasi kampus Universitas Fort de Kock di Kelurahan Manggis Gantiang. Karena, pemko telah dinyatakan kalah dua kali dalam persidangan di Mahkamah Agung.

“Kami menuntut Pemko Bukittinggi kembalikan sertifikat tanah kampus kami. Sesuai fakta, Pemko telah kalah dua kali di MA, seharusnya Pemko menyerahkan sertifikat tanah yang seharusnya menjadi milik Universitas Fort de Kock,” ungkap Akbar, salah satu mahasiswa Universitas Fort de Kock.

Dalam aksi itu, mahasiswa meminta bertemu langsung dengan Wali Kota Bukittinggi. Namun, Wako sedang berada di luar daerah, tepatnya di Palembang.

Setelah menunggu beberapa waktu, Pemko Bukittinggi diwakili Sekda, menemui para mahasiswa yang menyampaikan aspirasinya di gerbang masuk Balaikota.

Sekda Bukittinggi, Martias Wanto, menjelaskan, tuntutan mahasiswa untuk menghadirkan Wali Kota, tidak bisa dipenuhi oleh Pemko, karena wako tidak berada di Bukittinggi.

“Bapak Wali Kota Bukittinggi sedang berada di Palembang mulai Hari Senin sampai Jumat, untuk menerima penghargaan dari BKKBN,” jelas Sekda.

Terkait permintaan mahasiswa untuk membawa sertifikat, Sekda menegaskan, hal itu tidak bisa dilakukan.

Pemko sudah sediakan waktu dan tempat untuk berdialog dengan mahasiswa. Namun, mahasiswa menolak dan meneruskan orasinya hingga membubarkan diri dengan tertib.

(Harmen)

0Shares