Maninjau, KABA12.com — Kematian massal ikan keramba jaring apung (KJA) di Danau Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam kembali terjadi pada bulan Februari 2022 ini.
Camat Tanjung Raya Handria Asmi membenarkan peristiwa kematian massal ikan tersebut. Ia mengatakan, kematian ikan KJA terjadi pada Sabtu dan Minggu (19-20/2) kemarin, di tiga lokasi yakni Nagari Koto Malintang, Nagari Koto Gadang VI Koto, dan Nagari Koto Kaciak.
“Iya, kematian ikan budidaya KJA terjadi lagi di bulan Februari ini. Ada tiga titik lokasi yang mengalami kematian yaitu Koto Malintang, Koto Gadang VI Koto, dan Koto Kaciak,” ujarnya kepada KABA12.com, Senin (21/2).

Handria menyebutkan, fenomena kematian ribuan ikan secara massal disebabkan oleh faktor berkurangnya oksigen di dalam danau. Kondisi ini dipengaruhi oleh faktor alam dan buruknya kualitas air danau.
“Biasanya kematian ikan disebabkan oleh faktor upweeling atau pembalikan massa air sehingga mengakibatkan oksigen di dalam danau berkurang,” katanya.
Hingga saat ini pihaknya belum mengetahui berapa jumlah dan total kerugian yang dialami petani akibat peristiwa kematian ikan secara massal.
“Total kerugian dan jumlah kematian ikan belum bisa dipastikan, karena masih dalam pendataan oleh penyuluh perikanan,” jelasnya.
Menurutnya, peristiwa kematian ikan secara massal ini merupakan yang kedua kalinya terjadi pada bulan Februari 2022. Sebelumnya peristiwa serupa juga terjadi pada minggu lalu di dua lokasi yakni Nagari Koto Malintang dan Nagari Duo Koto.
Menyikapi kondisi itu, pihaknya menghimbau petani KJA untuk tidak membuang bangkai ikan ke danau agar tidak terjadi pencemaran lingkungan.
Selain itu, petani KJA juga diminta untuk segera melakukan langkah- langkah antisipasi kematian ikan dengan berbagai cara, seperti menunda menebar bibit hingga kualitas air membaik, melakukan panen lebih dini, dan memindahkan ikan ke kolam di darat.
“Upaya antisipasi harus dilakukan agar peristiwa kematian ikan tidak terjadi secara berulang,” kata Handria.
(Bryan)
