Bukittinggi, KABA12.com — Pemerintah Kota Bukittinggi, bersama sejumlah Anggota dan mantan Anggota DPRD Bukittinggi, menyerahkan dana hibah sebesar Rp 2,75 milyar untuk pembangunan Masjid Tabligiyah Garegeh. Penyerahan itu dilaksanakan secara simbolis di halaman Masjid Tabligiyah Garegeh, Senin (24/08).
Ketua Panitia Pembangunan Masjid Tablighiyah, Dedi Fatria, menyampaikan terima kasih kepada pemerintah kota, Wali Kota Bukittinggi serta kepada rekan anggota DPRD yang sudah menganggarkan dana hibah dan merealisasikan dana pokok pikiran untuk Masjid Tablighiyah Garegeh. Bantuan hibah dan pokir ini akan memperlancar pekerjaan pembangunan yang keseluruhan nanti memerlukan dana sebesar Rp 70 milyar lebih ini.
“Pada 2019 lalu, salah satu yang menginisiasi pembangunan Masjid Tabligiyah ini, Bapak Ramlan Nurmatias, DT. Nan Basa, yang saat itu belum menjabat sebagai Wali Kota Bukittinggi. Setelah itu ada beberapa tokoh lainnya yang mengapungkan niat baik ini, sehingga dilakukan pembangunan baru Masjid Tablihlgiyah Garegeh ini. Saat ini pekerjaan pembangunan berasal dari forkopimda, sumbangan perantau dan kaum muslimin dan muslimat. Bantuan juga diberikan oleh Pemko dan pokir anggota DPRD periode lalu sebesar Rp 2,75 Milyar akan memperlancar kelanjutan pembangunan yang sampai saat ini sudah menelan dana Rp 12 milyar,” ujar Dedi Fatria.
Dana pokir yang dimaksud, lanjut Dedi Fatria, berasal dari pokir anggota DPRD Bukittinggi periode 2014-2019 atas nama M. Nur Idris (PAN) sebesar Rp 200 juta, Jusra Adek (Golkar) Rp 750 juta dan Anggota DPRD Bukittinggi periode 2014-2019 dan 2019-2024, atas nama dirinya, Dedi Fatria (PPP) sebesar Rp 800 juta.
Kemudian dianggarkan Pemko Bukittinggi melalui dana hibah sebesar Rp 1 milyar, sehingga total keseluruhan sebesar Rp 2, 75 milyar. Sebelumnya, pemko juga telah membantu pembangunan masjid ini sebesar Rp 450 juta, sehingga total Pemko Bukittinggi sampai saat ini membantu pembangunan Masjid Tabligiyah Garegeh sebesar Rp 3,2 milyar.
Masjid Tabligiyah Garegeh yang baru, dibangun di atas tanah seluas 2283 m², termasuk tanah waqaf dari Hj. Nurlemi Djamaan, suku Pisang Garegeh. Pembangunan masjid dibangun oleh anak nagari Garegeh.
Niniak Mamak Pangulu Pucuak, F.C. DT. Tun Muhammad, menyampaikan terima terima kasih kepada Wali Kota Bukittinggi yang sangat memberikan perhatian dan bantuan untuk kelanjutan pembangunan Masjid Tablighiyah. Begitu juga kepada ketiga anggota DPRD periode 2014-2019 yang sudah menganggarkan dana pokirnya.
“Atas nama masyarakat dan jamaah Masjid Tablighiyah kami menyampaikan terima kasih kepada Walikota Bukittinggi dan anggota dewan yang sudah membantu pembangunan Masjid Tablighiyah. Bantuan dari pemerintah ini, menjadi bukti bahwa pemko juga fokus dalam pembangunan bidang keagamaan. Bantuan ini juga bukti adanya perhatian dari wakil rakyat di DPRD terhadap bidang kegamaan. Terima kasih juga kepada seluruh hamba Allah yang telah memberi waqaf dabuk tanah maupun uang serta bahan bangunan untuk pembangunan masjid ini. Semoga jadi amal jariyah disisi Allah SWT,” ujar F. C. DT. Tun Muhammad.
Salah seorang anggota DPRD Bukittinggi periode 2014-2019, Jusra Adek, mengaku bahagia bisa menjadi bagian dalam pembangunan masjid.
“Alhamdulilah, semoga bisa bermanfaat untuk kelancaran pembangunan. Saya senang bisa menjadi bagian dalam pembangunan Masjid Tablighiyah. Saya berharap tahun selanjutnya Pemko dan DPRD Bukittinggi dapat lagi menganggarkan dana untuk kelanjutan pembangunan masjid ini,” ujar Jusra Adek yang diamini M. Nur Idris.
Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menyampaikan, pemerintah kota akan siap mendukung kelanjutan pembangunan Masjid Tabligiyah Garegeh ini. Karena memang salah satu program pemerintah melakukan pembanguan di bidang keagamaan.
“Ini tugas kita bersama. Jika dihitung sejak 2017, sudah Rp 20 milyar dana APBD yang dianggarkan untuk pembangunan masjid dan mushalla di Bukittinggi. Kita berharap, dana yang dihibahkan dapat digunakan semaksimal mungkin,” ungkap Ramlan.
Membangun masjid sudah jadi kebutuhan. Hal ini terkait semakin berkembangnya perekonomian, khususnya di kawasan Garegeh ini.
“Kami berharap, masjid ini segera selesai dan dapat dimanfaatkan untuk ibadah umat. Terima kasih juga kepada warga yang telah mewaqafkan tanah dan juga uangnya untuk pembangunan ini,” ujar Wako.
Dalam kesempatan itu, Wako memberikan piagam penghargaan kepada keluarga besar Hj. Nurlemi Djamaan, suku Pisang Garegeh, karena telah mewaqafkan tanahnya untuk pembangunan masjid Tabligiyah Garegeh.
Selain itu, masyarakat Garegeh juga menyerahkan penghargaan kepada Kapolres Bukittinggi, AKBP. Iman Pribadi Santoso yang juga telah membantu pembangunan masjid ini.
(Ophik)
