Dampak Kekeringan di Canduang, 100 Hektar Lahan Pertanian Terlantar

Canduang,kaba12 — Dampak kekeringan yang melanda wilayah Kecamatan Canduang, Kabupaten Agam sejak September 2025 lalu, memicu terlantarnya lebih dari 100 hektar lahan pertanian produktif. Hingga kini, masih tak jelas solusi yang dilakukan Pemkab.Agam untuk mengatasi masalah tersebut.

Musibah kekeringan yang terjadi akibat curah hujan minim di wilayah itu, termasuk resapan air dalam tanah yang rendah, menyebabkan puluhan hektar sawah gagal panen akibat tidak adanya saluran air. Tercatat sebanyak 29 hektar lahan sawah gagal panen (fuso), yang dampaknya meluas hingga November ini mencapai lebih dari 100 hektar, tidak bisa digarap untuk komuditas padi sawah.

Untuk mengatasi masalah kekeringan itu, pemerintah kecamatan Canduang sudah menyarankan warga untuk menanam palawija, jagung dan ubi jalar di areal yang sebelumnya digarap padi sawah tersebut. Saat ini,tercatat 13 kelompok tani sudah diberikan bibit jagung dengan areal seluas 42 hektar.

Hal itu dijelaskan Syahrul Hamidi, Camat Canduang kepada wartawan, menyusul dampak kekeringan yang melanda wilayah Kecamatan Canduang, sejak September 2025 lalu.

Kasus kekeringan di wilayah yang biasanya dikenal sebagai penghasil padi dan berbagai jenis komoditi perkebunan itu, juga terjadi di kecamatan Ampek Angkek, dampak musim kemarau panjang dan akibat makin rendahnya resapan air dalam tanah yang menyebabkan banyak sumber air yang kering.

Dijelaskan, selain berdampak terhadap areal pertanian sawah, kekeringan juga menyebabkan warga kesulitan air untuk konsumsi harian, tidak hanya untuk minum dan memasak, tapi juga untuk MCK dan lainnya, “ hingga kini, untuk memenuhi kebutuhan air warga, masih dipasok tim gabungan BPBD Agam, warga membeli untuk kebutuhan air setiap hari, “jelas Syahrul Hamidi.

Disebutkan, pihaknya bersama unsur terkait masih terus mencari solusi untuk mengatasi masalah kekeringan tersebut, terutama pasokan air bersih untuk kebutuhan warga di wilayah Kecamatan Canduang.

Syahrul Hamidi berharap, curah hujan bisa lebih intens turun di wilayah tersebut, mengingat saat ini siklus cuaca sudah mulai musim penghujan, sehingga masalah kekeringan yang terjadi bisa teratasi dengan sendirinya, “mudah-mudahan kondisi cuaca di wilayah Canduang dan sekitarnya, bisa turun hujan secara rutin, “ulasnya.

Sementara pantauan kaba12, walau saat ini di mayoritas wilayah Kabupaten Agam, curah hujan relative mulai meningkat, namun masalah kekeringan di wilayah Canduang dan Ampek Angkek menjadi “misteri”tersendiri, yang hingga kini masih belum dijelaskan pihak berwenang.

(HARMEN)

0Shares