Dampak Hujan Deras Jalan Usaha Tani Hancur di Ladang Ateh

Palupuah, kaba12.com — Dampak hujan lebat dan serangkaian musibah longsor di kecamatan Palupuah, Senin, (10/12) lalu juga menyebabkan hancurnya jalan usaha tani.

Dampak hujan lebat tersebut jalan usaha tani Ladang Ateh Jorong Palupuh Nagari Pasia Laweh Kecamatan Palupuh, yang menyebabkan putus totalnya akses jalan usaha tani tersebut yang berpengaruh terhadap aktivitas pertanian di wilayah tersebut.

Informasi yang diperoleh dari kaba12com Hari di Palupuah menyebutkan, dampak hancurnya jalan usaha tani itu, berpengaruh pada berkurangnya perputaran roda perekonomian petani,” setidaknya ada 100 orang petani Ladang Ateh yang biasa memanfaatkan jalan usaha tani saat menjalankan aktivitas pertaniannya, ” sebut Hari.

Disebutkan, saat ini ,para petani tidak dapat lagi mengangkut hasil pertanian mereka, bahkan cukup banyak hasil pertanian yang dihasilkan, setidaknya
5-6 ton perminggu hasil usaha tani, seperti jeruk, pisang, kakao dan lainnya,” biasanya, proses pengangkutan hasil pertanian masyarakat mengunakan sepeda motor,” sebut Hari lagi.

Hancurnya ruas jalan usaha itu dikeluhkan petani setempat, seperti disebutkan Joni Asmon dan Mak Jer di Palupuah, walau masih ada jalan alternatif lain yang hanya dapat dilalui dengan berjalan kaki, namun tidak efektif dalam proses pengangkutan hasil pertanian warga, karena jarak tempuh dengan berjalan kaki memakan waktu 1-2 jam dengan medan jalan yang sulit dan terjal, ” kami berharap ada solusi segera dari pemerintah, karena hasil pertanian kami cukup banyak di areal tersebut, sekarang kami menghadang kerugian besar karena jalan tidak ada,” sebut Joni Asmon dengan nada pelan, Rabu,(12/12).

Pantauan kaba12.com jalan usaha tani tersebut , saat ini sama sekali tidak bisa dilewati, karena seluruh badan jalan ditutupi material longsor serta bahu jalan tergerus longsor dengan kiri – kanan jalan jurang terjal mengancam keselamatan petani.
HARMEN/HARI

0Shares