Dampak penyebaran pandemic covid-19 2 bulan terakhir di kabupaten Agam sangat dirasakan masyarakat, terutama yang bergerak dibidang jasa layanan, transportasi dan jenis pekerjaan lain yang terimbas luar biasa akibat pandemic itu.
Bahkan, banyak perantau yang pulang kampung karena diberhentikan perusahaan atau sengaja pulang kampung karena usaha di perantauan tidak lagi memberi peluang untuk hidup bersama keluarga.
Kondisi itu, dicermati Pemkab.Agam yang sejak bulan Februari lalu mendeteksi berbagai potensi masalah yang bakal muncul, terkait dengan pandemic covid-19 yang melanda dunia tersebut.

Bupati Agam Dr.H.Indra Catri, menyebutkan, dampak pandemic covid-19 yang sangat dirasakan masyarakat saat ini, berpotensi pada terjadinya masalah-masalah sosial dan ekonomi khususnya untuk memenuhi kebutuhan pokok harian masyarakat.
Untuk hal itu, Pemkab.Agam sudah menginstruksikan jajaran Dinas Sosial Agam untuk melakukan berbagai kajian dan potensi masalah sosial yang bakal muncul terkait dengan pandemic covid-19 itu, termasuk solusi yang bisa dilakukan untuk membantu masyarakat.
“ Kita sudah lakukan berbagai kajian termasuk peluang yang bisa dimanfaatkan untuk membantu masyarakat, “ sebut Indra Catri. HARMEN
Bantuan Dampak Covid-19, Agam Targetkan 70 Persen Warga Terlayani
Bupati Agam targetkan 70 persen masyarakat kabupaten Agam bisa terlayani dalam berbgaai jenis bantuan yang disiapkan pemerintah dampak penyebaran pandemic covid-19 saat ini.
Ditargetkan dari berbagai jenis skema bantuan yang disiapkan pemerintah, baik Pemkab. Agam, Pemprov.Sumbar maupun pemerintah pusat, mayoritas masyarakat kabupaten Agam bisa terlayani dan dijangkau bantuan sosial.
Beberapa jenis bantuan yang kini tengah diproses, terutama bantuan langsung tunai (BLT) dari Pemprov Sumbar, Kemensos RI, Kemendes-Tertinggal dan jenis sumber bantuan lain dalam rangkaian penanganan penyebaran covid-19.

Kadinas Sosial Agam Rahmi Artati, menyebutkan, sesuai target yang ditetapkan bupati Agam, pihaknya sudah menyiapkan berbagai skema bantuan sesuai peluang yang dibuka pemerintah baik propinsi maupun pusat.
“ Kita sudah rumuskan langkah-langkah, termasuk penyiapan data untuk diajukan.Kita berharap seluruh data yang diajukan tersebut bisa direalisasikan pemerintah propinsi dan pusat, sehingga bisa membantu masyarakat yang membutuhkan, “ sebut Rahmi Artati. HARMEN
Warga Agam Nikmati BLT Sumbar
Masyarakat kabupaten Agam nikmati distribusi dana bantuan langsung tunai (BLT) dari Pemprov.Sumbar. Petugas PT.Pos mulai bergerak, mengantarkan bantuan langsung ke rumah-rumah penduduk yang terdaftar sebagai penerima.
Khusus untuk kabupaten Agam, penerima bantuan BLT Pemprov Sumbar dalam rangkaian penanganan covid-19, tercatat sebanyak 10.857 kepala keluarga, dimana masing-masing KK menerima Rp.600.000 sebulan untuk 3 bulan, yang untuk tahap awal diserahkan selama 2 bulan, untuk April dan Mei 2020, sebesar Rp1,2 juta.
Menurut Kepala Dinas Sosial Kabupaten Agam, Rahmi Artati, distribusi BLT Pemprov Sumbar, sudah dilakukan di mayoritas kecamatan di Agam.
Dijelaskan Rahmi Artati, BLT yang disalurkan Pemprov Sumbar tersebut merupakan salah satu bantuan yang disalurkan untuk masyarakat yang terdampak penanganan covid-19, termasuk bantuan sembako dari Pemkab.Agam.

Selain BLT Pemprov Sumbar, ulas Rahmi Artati, bantuan lain dari berbagai lembaga yang ada ditingkat nasional, diharapkan bisa segera direalisasikan, termasuk BLT dari Kemensos RI yang datanya sudah diajukan dan saat ini sedang dalam proses verifikasi ditingkat pusat.
Kadinas Sosial Agam itu berharap, bantuan yang didistribusikan pemerintah tersebut, bisa meringankan beban yang dihadapi masyarakat saat penanganan penyebaran covid-19, terutama warga yang terdampak langsung karena banyaknya lapangan kerja serta aktivitas lain yang terhenti akibat penerapan protokol penanganan covid-19. HARMEN
Agam Buka Layanan Pengaduan Bantuan
Pemerintah kabupaten Agam buka informasi pelayanan pengaduan bantuan pada masyarakat untuk mengaplikasikan sistim akuntabilitas dan transparansi pengelolaan bantuan sesuai ketentuan yang diatur pemerintah.
Akses layanan informasi berupa SMS di nomor 1708 yang dibuka Pemkab.Agam melalui posko GTP2 Covid-19 Agam, bisa menjadi sarana penting dalam menghimpun berbagai masukan, saran, informasi termasuk masalah yang terjadi di lapangan terkait dengan proses penyaluran bantuan untuk masyarakat di lapangan.

Menurut Rahmi Artati, Kadinas Sosial Agam, pelayanan informasi terkait dengan penyaluran bantuan untuk masyarakat terdampak penyebaran covid-19 itu, merupakan wujud keterbukaan informasi pada masyarakat terkait dengan upaya yang dilakukan pemerintah dalam melayani kebutuhan masyarakat, khususnya bantuan untuk warga terdampak.
Saat ini, ulas Rahmi Artati, pihaknya bekerjasama dengan Dinas Kominfo Agam dan Bagian Protokol-Komunikasi Pimpinan Agam dalam menjabarkan konsep keterbukaan informasi, sekaligus upaya pemerintah dalam menghimpun berbagai persoalan yang berkembang di lapangan terkait dengan distribusi berbagai jenis bantuan yang sudah disiapkan pemerintah. HARMEN
Pesan Bupati Indra Catri “ Jangan Main-Main Soal Bantuan “
Bupati Agam Dr.H.Indra Catri ingatkan seluruh jajaran Pemkab.Agam untuk tidak main-main soal pengelolaan dan distribusi bantuan darurat penanganan covid-19 yang disiapkan untuk masyarakat.
Jika terbukti melakukan penyimpangan dalam mengelola bantuan untuk masyarakat terdampak pandemic covid-19, pihaknya tidak akan segan-segan menjatuhkan sangsi berat sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Pengelolaan dan distribusi bantuan untuk warga terdampak covid-19 saat ini, menjadi kunci penting dalam upaya memutus rantai penyebaran pandemic virus corona, karena dengan ketersediaan cadangan pangan, dan data untuk masyarakat, instruksi pemerintah agar masyarakat tetap di rumah bisa terealisasi dengan baik.

Bahkan, bupati Agam Dr.Indra Catri mengingatkan para pengelola bantuan untuk bekerja optimal, tulus dan ikhlas, karena apa yang dilakukan, merupakan perjuangan berat dalam menyelamatkan masyarakat.
Disebutkan Indra Catri, walau diakuinya, tidak semua masyarakat bisa terlayani dengan berbagai jenis skema bantuan yang sudah disiapkan pemerintah saat ini, namun diyakinkan Pemkab.Agam sudah mentargetkan 70 persen penduduk kabupaten Agam bisa terjangkau oleh bantuan penanganan dampak covid-19.
“ Kita sudah rancang itu, sesuai skema dan jenis bantuan yang bisa dinikmati masyarakat, kita berupaya hal itu tuntas menjelang hari raya ini, “ sebut Indra Catri.
HARMEN
