Lubukbasung, KABA12.com — Memasuki bulan Oktober curah hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi kerap turun dikala waktu sore hingga malam hari yang hampir terjadi diseluruh wilayah Sumatera Barat, khususnya di Kabupaten Agam. Bahkan, 3 dari 16 kecamatan seperti Ampeknagari, Tanjungmutiara dan Kecamatan Palembayan yang ada didaerah tersebut sejak Kamis (11/10) malam hingga Jumat (12/10) malam, telah dilanda bencana banjir dan longsor.
Menanggapi musibah itu, Bupati Agam Indra Catri mengimbau sekaligus mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap siaga menghadapi bencana yang tidak dapat diprediksi kapan datangnya.
“Proses alam tidak bisa dibendung. Sudah seperti ini terjadi musibah disekitar kita apakah masih belum juga siaga? Jadi tolong siaga akan bencan, sedia payung sebelum hujan,” harap Bupati Agam.
Bupati Agam mengharapkan,seluruh masyarakat agar peduli terhadap lingkungan, seperti tidak membuang sampah ke sungai atau saluran air, dan lakukan pembersihan secara rutin.
“Untuk warga di kampung tolong perbaiki saluran air, jangan buang sampah ke sungai. Ingatkan warga yang lain juga untuk peduli terhadap lingkungan,” sebutnya.
Lebih lanjut Indra Catri mengatakan, dampak setelah banjir biasanya diikuti dengan penyakit, “tolong jaga kesehatan, tolong siaga akan bencana, jangan main hujan, cuaca tidak bisa kita ramal,” ingatnya juga.
Ia juga mengingatkan kepada seluruh masyarakat terutama yang tinggal dikawasan rawan banjir untuk mengamankan dokumen dan berkas-berkas penting.
“Wilayah kita marketnya bencana. Kita tidak tahu kapan musibah akan datang. Tolong simpan baik-baik dokumen dan berkas penting, kalau perlu dilaminating. Serta mulailah kumpulkan baju yang tidak terpakai, karena nanti akan ada gunanya dan bisa kita bagikan kepada saudara yang membutuhkan,” sampai Indra Catri.
Bupati Agam itu, menginstruksikan Dinas Sosial untuk mempersiapkan dan mendistribusikan logistik pada korban musibah terdampak bencana. Serta kepada pihak BAZNAS Agam untuk mempersiapkan bantuan zakat.
(Jaswit)
