Solok, kaba12.com — Untuk menciptakan stabilitas kota Solok yang kondusif menghadapi Pilkada serentak tahun 2018 di Indonesia, pemlu legislatif dan pemilu presiden 2019, seluruh jajajran di kota Solok satukan visi dengan gelar apel gabungan Selasa, (17/4) di lapangan Kodim 0309 Solok.
Apel gabungan TNI, Polri dan jajaran pemerintah dengan inspektur upacara Kapolres Solok Solok AKBP. Deny Setiawan, S, Ik, MH, dihadiri walikota Solok Zul Elfian, SE, Msi, bersama jajaran Forkopimda Kota Solok.
Dalam sambutan Kapolres Kota Solok AKBP. Deny Setiawan menyebutkan, wujud pesta demokrasi, harus diimbangi dengan pencapaian hasil memadai, sebagai bukti keseriusan mengawal kegiatan berskala nasional tersebut.
Tema apel gabungan meningkatkan sinergitas dan netralitas dalam Pilkada wilayah Sumbar tahun 2018 tersebut, sebagai wujud sinergitas, netralitas dan kerjasama antara TNI – Polri dan Pemko Solok serta aparat menghadapi pelaksanaan Pilkada, pemilu legislatif dan Pilpres tahun 2019 yang diprediksi suhu politik akan meningjat sehingga sinergitas dan netralitas antara TNI, Polri serta pemda sangat penting demi menjaga keamanan, kenyamanan serta kesuksesan sangat diperlukan.
Ditambahkan, Kapolres Solok Kota, beberapa hal penting, terutama situasi kamtibmas di wilayah Solok yang cukup aman dan kondusif berkat dukungan suluruh unsur dengan peranan masing – masing, Polri dan TNI telah memperpanjang nota kesepahaman pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas), dengan tujuan meningkatkan sinergi dan tugas perbantuan.
Ditambahkan, setiap malam minggu jajaran Polres Solok Kota melakukan operasi cipta kondisi mengantisipasi tawuran dan kerawanan kamtibmas lainnya. Diharapkan, peran orang tua untuk mengawasi anaknya pada jam – jam rawan tersebut, sudah ada 2 orang yang menjadi korban akibat tawuran pelajar di Padang.
Disisi lain Kapolres Solok Kota menyebutkan, bahaya media sosial seperti facebook yang dijadikan ajang bagi remaja untuk saling tantang, dengan sebutan “geng”, ada yang bergabung dengan Padang Panjang Selayo dan Solok dengan Padang
Kondisi itu, makin memprihatinkan, karena dalam tawuran malah menggunakan senjata tajam seperti sabit, celurit dan gear sepeda motor serta sejenis sajam lainnya.
” Untuk itu diperlukan langkah antisipasi dengan upaya preentif dan preventif oleh stockholder yang ada di Kota Solok,” ujarnya.
AKBP. Deny Setiawan juga mengingatkan untuk tidak menjadikan mesjid sebagai sarana kampanye politik dengan menyelipkan kepentingan politik dalam berdakwah, dan permasalahan lokasi yang rawan konflik sosial seperti galian C di Saning Bakar yang belum ada titik temunya dan rencana pendirian pondok pesantren yang belum tersosialisasikan dengan baik, sehingga masih menimbulkan polemik antar kedua nagari,” untuk itu perlu sinergi dan dukungan semua pihak, sehingga masalah-masalah yang berpotensi memicu kerawanan bisa diselesaikan dengan baik, ” ulas Kapolres Sokok Kota itu lagi.
Apel gabungan yang digelar khusus tersebut mendapat perhatian luas masyarakat setempat seperti disebutkan Wakapolres Solok Kota Kompol. Sumintak, SH.
(Harmen)
