Maninjau, kaba12.com — Camat Tanjung Raya Handria Asmi meminta kepada seluruh pedagang dan pengunjung pasar pabukoan pada bulan Ramadhan untuk tetap mematuhi aturan protokol kesehatan secara ketat. Hal ini mesti dilakukan guna mengantisipasi terjadinya cluster baru terhadap penyebaran Covid-19.
“Kita himbau kepada seluruh masyarakat baik pedagang maupun pengunjung pasar pabukoan untuk tetap memperhatikan protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan Covid-19. Terutama dengan menjalankan 3M yaitu wajib memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun di air mengalir,” ujar Camat Tanjung Raya kepada kaba12.com, Selasa.
Ia menyebutkan, di wilayah Kecamatan Tanjung Raya terdapat beberapa titik pusat pasar pabukoan yang ramai dikunjungi masyarakat untuk membeli panganan takjil. Diantaranya di Nagari Sungai Batang, Nagari Maninjau, Nagari Bayur, dan Nagari Koto Kaciak.

“Biasanya para pedagang takjil untuk menu berbuka itu menjajakan dagangannya di pinggir jalan atau di areal kosong. Untuk itu kami menyarankan silahkan berbelanja tetapi dengan ketentuan protokol kesehatan secara disiplin demi kesehatan dan keamanan kita bersama,” kata Handria.
Ia juga meminta kepada seluruh pihak baik perangkat nagari dan penyelenggara pasar pabukoan seperti pedagang, tukang parkir, dan lainnya untuk saling mensosialisasikan penerapan protokol kesehatan guna mengantisipasi penyebaran virus Corona.
Sementara itu pantauan kaba12.com dilapangan, pasar pabukoan di Kecamatan Tanjung Raya menjajakan panganan khas untuk menu takjil berbuka puasa. Hampir seluruh Nagari yang ada, memiliki pusat penjualan kuliner untuk berbuka. Mulai dari bubur, gorengan, es kelapa muda, kolak, kue tradisional, gulai, lauk pauk, aneka minuman, dan kuliner khas Minangkabau lainnya.
Untuk harga aneka kuliner takjil berbuka puasa ini biasanya dibandrol mulai dari Rp 1000 hingga Rp 15.000. Penjual takjil itu mulai diserbu pembeli dari pukul 16.00 WIB hingga menjelang waktu berbuka.
(Bryan)
