Lubukbasung, kaba12.com — Bupati Agam Dr.H.Indra Catri minta masyarakat untuk lebih mewaspadai potensi penyebaran virus corona di berbagai lokasi keramaian termasuk pasar-pasar, karena pasar yang ramai, akan menjadi media paling ampuh dalam proses penyebaran covid19.
Untuk itu, masyarakat diminta menahan diri untuk tidak ke pasar, tidak membawa anak-anak ke pasar untuk sementara waktu, karena di pasar sama sekali tidak diketahui dan tidak bisa dideteksi warga yang terpapar covid19, apalagi di kabupaten Agam cukup banyak data orang dalam pemantauan (ODP) dan perantau yang pulang kampung dari berbagai propinsi di Indonesia.
Harapan itu disampaikan bupati Agam Dr.H.Indra Catri yang tak henti menghimbau warganya untuk menerapkan pola social-physical distancing serta lebih banyak berdiam diri di rumah, termasuk ikut berperan mensosialisasikan gerakan di rumah saja,sebagai tindaklanjut dari langkah pemerintah dalam mengurai aktivitas pasar.
Disebutkan Indra Catri, pihaknya berharap seluruh elemen terkait dengan kegiatan pasar di seluruh wilayah kabupaten Agam, untuk berperan dalam menyebarluaskan informasi dan instruksi untuk mengurangi aktivitas ke pasar, termasuk meminta pengurus pasar untuk menjadikan pasar harian di berbagai pasar serikat, pasar nagari dan pasar lainnya, sehingga masyarakat dan pedagang tidak menumpuk saat hari pakan (balai) berlangsung.

“ Kami minta masyarakat taati hal itu, karena pasar yang ramai sangat rentan dan berpotensi besar dalam penyebaran virus corona, karena ramainya warga ke pasar, serta banyaknya ‘panggaleh babelok’ yang berasal dari banyak daerah, sangat potensi sebagai penyebar virus mematikan itu, karena secara khusus deteksi untuk itu tidak ada, kewaspadanlah kunci utama “ tegas Indra Catri.
Untuk menindaklanjuti hal itu, saat ini seluruh jajaran Pemkab.Agam bersama unsur pemerintah nagari, secara maksimal melakukan pengawasan dan sosialisasi di lapangan, untuk mengurangi aktivitas pasar, mencarikan solusi lain dalam kegiatan ekonomi untuk memudahkan pedagang dan pembeli, serta menjadikan kegiatan pasar di hari-hari pakan sekali dalam seminggu, menjadi pasar harian, sehingga jumlah kunjungan warga ke pasar relative berkurang jika pelayanan pedagang di pasar dilakukan setiap hari.
HARMEN
