Lubukbasung, KABA12.com — Program Gemar Menulis yang telah dilaunching Dinas Pendidikan Kabupaten Agam dua tahun yang lalu kian membumi dikalangan guru tenaga pendidik didaerah itu.
Setelah pada akhir tahun 2018 lalu, sebanyak 20 orang guru diberi penghargaan atas dedikasinya melahirkan sebuah karya tulisan dalam bentuk buku bacaan, pada tahun ini di momentum Hardiknas 2019, Bupati Agam kembali memberi penghargaan kepada 48 guru yang juga telah berhasil menulis buku.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Agam, Isra mengatakan Program Gemar Menulis ini sejalan dengan program nasional tentang Literasi Sekolah dan program Pemda Agam Literasi Sekolah Madani.
Menurutnya, guru sebagai tenaga pendidik harus dinamis dan senantiasa mengembangkan kemampuan profesionalnya baik dalam mengajar maupun dalam mengamati bagaimana siswa dapat menyerap semua pelajaran yang diberikan di dalam kelas. Sehingga hal-hal tersebut dapat dituangkannya dalam sebuah karya baik itu tulisan ilmiah ataupun buku bacaan bagi anak-anak.
“Sudah hampir dua tahun kita dorong guru untuk melahirkan karyanya baik berupa karya ilmiah ataupun buku bacaan. Alhamdulillah tahun ini kembali kita beri penghargaan kepada 48 guru lagi yang bukunya sudah siap cetak, kita beri apresiasi yang tinggi,” ujarnya.
Isra menyebutkan, program gemar menulis menargetkan 1 guru 1 buku dan selanjutnya juga menargetkan 1 siswa 1 buku, “Insyaallah pada peringatan hari guru November nanti kita akan launching buku hasil karya siswa,” ulasnya.
Salah seorang guru TK Listrina Antokan Muko-Muko Tanjungraya, Deni Husnaini mengaku lega telah berhasil merampungkan bukunya yang berjudul “Manusia Dalam Gelas Plastik” . Dia sangat bangga menerima langsung penghargaan dari Bupati Agam Indra Catri.
“Tidak butuh waktu lama untuk menulis, intinya pada tekad dan niat. Setelah mengikuti pelatihan Writing Camp yang diselenggarakan Pemkab Agam selama satu bulan buku saya rampung. Buku Manusia Dalam Gelas Plastik yang berisikan tentang motivasi diri siap cetak,” sebutnya.
Sebelumnya, Bupati Agam Indra Catri mengatakan, Agam akan menjadi gudangnya buku.
“Siapa bilang menulis itu sulit? ini buktinya, sebentar lagi Agam akan menjadi gudang buku. Ini luar biasa, guru-guru ini menulis buku dengan belajar literatur sendiri, research sendiri dan membiayai percetakan sendiri. Kita apresiet, mudah-mudahan ini menginspirasi, dan lebih banyak lagi buku yang kita terbitkan di Kabupaten Agam. Sekali lagi selamat saya ucapkan kepada guru-guru penulis,” ujar Bupati.
(Jaswit)
