Palembayan, kaba12.com — Satu spesies bunga langka jenis Rafflesia Tuan Mudae kembali mekar di dalam kawasan Hutan Cagar Alam Maninjau tepatnya di Marambuang, Nagari Baringin, Kecamatan Palembayan.
Bunga langka yang dilindungi itu ditemukan mekar sempurna saat pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resor Agam melakukan patroli di lokasi pada Kamis (12/11) kemarin.
Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) BKSDA Resor Agam, Ade Putra menyebutkan, bunga yang dilindungi undang-undang ini ditemukan mekar dengan ukuran diameter 62,3 sentimeter di dalam hutan belantara Cagar Alam Maninjau.
“Saat melakukan patroli, kami juga menemukan 7 knop atau bonggol bunga lagi yang akan mekar. Dari hasil pantauan, satu knop diantaranya akan mekar sekitar 7 hari kedepan,” ujarnya.

Ia menyebutkan, bunga Rafflesia Tuan Mudae ini mekar selama 7 hingga 10 hari. Setelah itu spesies bunga langka ini akan memasuki fase layu.
Dijelaskan Ade Putra, spesies Rafflesia Tuan Mudae ini hampir mirip dengan Rafflesia Arnoldii. Dimana perbedaannya terlihat dari warna kelopak (perigon) bunga tersebut. Warna kelopak Rafflesia Arnoldi lebih ke oranye, sementara Tuan Mudae lebih ke warna merah maroon.
“Perbedaannya juga bisa dilihat dari bercak putih yang ada di kelopak. Rafflesia Arnoldii memiliki bercak ganda dan besar. Sedangkan Tuan Mudae hanya memiliki bercak tunggal,” ulasnya.
Sebelumnya pada 1 Januari 2020 lalu, Rafflesia Tuan Mudae juga ditemukan di lokasi dengan diameter 111 sentimeter. Bahkan menjadi spesies Tuan Mudae terbesar di dunia, sehingga mendapat perhatian dari media nasional dan internasional.
Sementara itu, keberadaan bunga langka yang di lindungi ini pertama kali diketahui masyarakat sekitar Nagari Baringin pada Oktober 2017 lalu dan melaporkan ke BKSDA. Hingga saat ini pihak BKSDA terus memantau perkembangannya di sekitar lokasi.
(Bryan)
