Bukittinggi Gelar Festival Silek Tradisional

Bukittinggi, KABA12.com — Selasa (27/11), Festival Silek Tradisional Minangkabau tahun 2018 dibuka.

Walikota Bukittinggi Ramlan Nurmatias langsung membuka event itu, didampingi para Tuo Silek, di Lapangan Wirabraja Bukittinggi.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bukittinggi, Melfi Abra, menyampaikan, Festival Silek Tradisional Minangkabau diikuti berbagai daerah termasuk utusan mancanegara. Silek adalah salah satu nilai tradisi yang merupakan kekayaan khasanah budaya Minangkabau yang perlu dilindungi, dilestarikan, diwariskan dan dipromosikan.

“Kegiatan ini bertujuan untuk membangkitkan gairah para generasi muda terhadap nilai-nilai seni budaya tradisional Minangkabau, memberikan kebanggaan dan rasa memiliki bagi masyarakat terhadap keberadaan Silek, memelihara, memperkenalkan, meningkatkan apresiasi, mewariskan, melestarikan dan mempromosikan Silek sebagai salah satu kekayaan intelektual dari kearifan lokal Minangkabau yang telah mendunia,” jelasnya.

Festival akan berlangsung tiga hari, dibuka pada Selasa (27/11) dan berakhir pada Kamis (29/11) dan bertempat di Lapangan Wirabraja 0304 Agam di Bukittinggi. Festival diikuti 10 pesilat nasional, 58 perguruan dan 20 pesilat yang telah melalang buana kemancanegara atau pernah belajar di Bukittinggi dan mengembangkannya di luar negeri
Ketua LKAAM Inyiak Syahrizal Dt. Palang Gagah mengatakan berbicara masalah pencak silat itu sesungguhnya kita membicarakan diri kita sendiri. Sebab silek itu sangat identik dengan kita orang Minangkabau. Karena silek adalah seni beladiri yang diwariskan nenek moyang kita secara turun temurun.

“LKAAM bersama warga Bukittinggi sangat mengapriasi kegiatan seperti ini. Inyiak Syahrizal berharap kepada Wako setiap event seperti ini mohon didukung sepenuhnya, walaupun dilaksanakan berkala sekali dua tahun. Inyiak Syafrizal pun berharap Pemko Bukittinggi dapat lebih mengembangkan silek di Bukittinggi. Ada 6 sasaran silek yang sedang aktif dan masih banyak lagi yang bisa kita kembangkan dimasa akan datang,” jelas Ketua LKAAM.

Walikota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, mengatakan, Festival Silek Tradisonal Minangkabau di Kota Bukittinggi tahun 2018 merupakan salah satu media edukatif bagi warga, terutama generasi muda, agar lebih mencintai warisan budaya leluhurnya. Disamping itu kegiatan ini adalah salah satu upaya untuk memperkenalkan ke dunia internasional tentang keberadaan seni beladiri turun temurun yang dimiliki oleh masyarakat Minangkabau.

“Sebagai bagian dari Budaya Nasional, silek juga merupakan warisan budaya tak benda (intangible) yang berurat berakar dari tanah air kita Indonesia. Saat ini Silek dari Sumbar dalam proses pengusulan ke UNESCO, untuk diakui sebagai warisan dunia asli yang berasal dari Indonesia. Silek mempunyai nilai-nilai filosofi yang mempunyai ciri khas jika dibanding seni bela diri lainnya. Lahia silek mancari kawan, bathin silek mancari Tuhan. Ini adalah makna yang terdalam yang mesti tertanam sebagai karakter sopan santun, tahu garak, tahun jo garik, ketulusan budi, keimanan dan ketaqwaan serta saling menghargai,” jelas Wako.

Pemko pun sangat mengapresiasi upaya masyarakat, sasaran silek, komunitas, organisasi dan para generasi muda yang telah ikut mengembangkan kreatifitas dan energinya di sasaran silek dalam negeri. Setiap kegiatan positif generasi muda Minangkabau khususnya di Bukitinggi akan mendapat perhatian khusus demi kemajuan budaya kita sendiri. Melalui Festival Silek Tradisional Minangkabau kali ini Ramlan berarap masyarakat khususnya generasi muda agar memiliki akses terhadap pengetahuan tentang silek.

“Semoga Festival Silek Tradisional Minangkabau ini bermanfaat bagi generasi penerus dan menjadi pendorong dalam peneladanan sifat-sifat dan nilai-nilai kepatriotan, keuletan, rela berkorban dan semangat pantang menyerah, menjadi roh dalam pelestarian Silek Tradisi Minangkabau, demi kejayaan bangsa dan negara,” ujar Ramlan.

(Ophik)

0Shares