Lubukbasung, kaba12 — Upaya merealisasikan pembukaan akses jalan ruas Malalak-Tanjung Raya makin gencar dilakukan. Upaya mengaktifkan kembali ruas jalan yang terkendala karena melintasi kawasan hutan lindung dan cagar alam itu, terus diupayakan berbagai pihak, mengingat akses jalan alternative itu akan sangat diandalkan masyarkata untuk jalur transportasi ekonomi.
Pasalnya, jalur alternative yang “tempo doeloe” menjadi salah satu jalur jalan utama masyarakat baik dari Maninjau ke Malalak, maupun sebaliknya merupakan jalur jalan yang sangat dekat, hanya dengan jarak tempuh 7 km.

Bahkan, Bupati Agam Dr.Andri warman memberi dukungan penuh pembukaan jalan alternative Malalak-Tanjung Raya itu, karena akan sangat menguntungkan masyarakat sebagai akses jalan ekonomi dan transportasi dari kedua wilayah.
Terkait dengan kendala akibat ruas jalan yang akan dibangun itu, termasuk dalam kawasan hutan lindung dan cagar alam, Bupati Agam Dr.Andri warman saat menerima kunjungan rombongan Camat Malalak Rahmat Fajri dan Camat Tanjung Raya Roza Syafdefianti bersama para tokoh masyarakat dari kedua kecamatan itu, Rabu, (21/6), akan menyurati gubernur Sumbar untuk membantu mengatasi kendala tersebut, termasuk proses perizinan dari kementerian terkait.
“Kita akan segera menyurati gubernur Sumbar dan unsur terkait lain, untuk meminta izin pembukaan jalur jalan alternative Malalak-Tanjung Raya itu, “ujarnya.
Bupati Agam itu berharap, unsur terkait bisa memberikan izin dan rekomendasi terkait dengan rencana pembukaan jalur jalan tersebut, karena akan sangat memudahkan jalur transportasi masyarakat di kedua kecamatan, bahkan akan sangat membantu mengurangi beban kelok 44 yang semakin padat dilalui kendaraan tersebut.
“ Kita berharap, permohonan itu bisa disetujui, karena akan sangat membantu ekonomi warga. Bahkan, secara langsung gubernur Sumbar ,September 2022 lalu, sudah ikut menjelajahi jalur jalan tersebut. Kita akan upayakan, “ ungkap Dr.Andri warman.
-HARMEN-
