Maninjau, KABA12.com — Salah satu pilihan alternatif untuk mengurangi jumlah Keramba Jala Apung (KJA), warga kabupaten Agam membudidayakan udang air tawar di Danau Maninjau.
Seperti disampaikan Syafrizal,(36) warga Alai, Jorong Muko-Muko, Nagari Koto Malintang, Kecamatan Tanjung Raya, yang juga pemilik budidaya udang air tawar pertama di daerah itu.
Syafrizal mengaku lobster merupakan hewan baru di Danau Maninjau.
Dijelaskan, dia menekuni usaha budidaya udang air tawar itu satu tahun terakhir. Saat budidaya udang air tawar tersebut, ia tidak mempunyai pengetahuan atau keterampilan khusus dan hanya belajar secara otodidak dari pengalaman dan kesalahan saat proses budidaya.
Menurutnya, peminat udang air tawar cukup banyak. Permintaan pasar pun tinggi dan hasil tangkapan nelayan di Danau Maninjau tidak bisa mencukupi.
Sehingga budidaya udang air tawar menjadi peluang usaha baru untuk masyarakat kabupaten Agam, khususnya masyarakat di Salingka Danau Maninjau.
Selain memiliki peminat yang banyak, populasi udang air tawar cukup banyak dan mulai menjadi objek tangkapan masyarakat yang berada di sekeliling danau.
Ia mengungkapkan, untuk budidaya udang air tawar tersebut, ia harus mengorbankan sebuah kamar, dan menyulapnya menjadi kolam untuk penampungan dan mengembangbiakan udang air tawar tersebut.
‘’Karena saya tidak punya lahan yang cukup untuk pembudidayaan,” ujarnya.
(Ardi)
