Budaya Literasi Harus Dibarengi Kecerdasan Menerima Informasi

Bukittinggi, KABA12.com — Puluhan pemuda dan pelajar se kecamatan Mandiangin Koto Selayan, mengikuti bimtek kecakapan literasi, di Istana Bung Hatta, Selasa (26/03).

Kegiatan ini dibuka Wakil Walikota Bukittinggi dan dihadiri Kepala Pustakawan Perpustakaan Nasional, Ketua TP PKK Bukittinggi, Camat MKS dan sejumlah tamu undangan lainnya.

Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Bukittinggi, Jhonny, menjelaskan, bimbingan teknis ini, dilaksanakan selama tiga hari, 26-28 Maret 2019. Kegiatan ini terselenggara berkat dukungan Anggota DPRD Bukittinggi, Ibnu Aziz melalui pokirnya.

“Bimtek ini dilaksanakan dalam rangka membangun kebiasaan menulis dan membaca masyarakat, khususnya bagi pemuda dan pelajar se kecamatan Mandiangin Koto Selayan. Sehingga nantinya akan menghasilkan karya tulis dalam bentuk buku di kalangan pemuda dan pelajar sebagai bagian dari program Gerakan Literasi Nasional (GLN),” jelasnya.

Wakil Walikota Bukittinggi, Irwandi, menjelaskan, peningkatan budaya literasi merupakan salah satu strategi untuk menentukan masa depan bangsa. Namun demikian, para generasi muda saat ini, dalam prosesnya juga harus cerdas menjaring seluruh informasi yang didapat.

Substansi yang dibaca harus benar. Jangan terpengaruh dengan hoax. Sehingga informasi yang didapat harus dicerna secara maksimal dan sesuai logika.

“Dengan budaya literasi, tentu akan banyak yang dibaca dan ditulis. Namun tidak semuanya harus diterima langsung, karena sebelumnya informasi yang diterima itu harus dicerna dulu agar tidak menimbulkan fitnah dan menyebarkan info hoax,” ujar Irwandi.

Kemudian, Wakil Walikota, juga mengapresiasi bimtek peningkatan literasi di Bukittinggi ini. Karena memang budaya literasi dapat meningkatkan komunikasi dengan sesama manusia, sesuai tingkatannya.

“Seperti bagaimana komunikasi kepada orang tua, sesama teman, sesuai dengan budaya Minangkabau ‘tau jo nan ampek. Kato mandaki, kato malereang, kato mandata, kato manurun’,” tambahnya.

Sementara itu, anggota DPRD Bukittinggi, Ibnu Asis, menjelaskan, program literasi memang harus dibudayakan. Untuk itu, lahir pemikiran untuk mendukung program bimtek literasi melalui sebagai pokir miliknya.

“Meningkatkan budaya literasi menjadi tugas bersama. Untuk itu kami akan dukung penuh kegiatan literasi di Bukittinggi. Karena dengan literasi dapat meningkatkan fungsi bahasa sebagai upaya melahirkan generasi muda berbudi pekerti dalam menghadapi era revolusi industri 4.0,” jelasnya.

Kedepan, pemerintah akan membangun pojok baca di pedestrian Jam Gadang. Namun pustaka yang akan direncanakan itu, nantinya dibuat menggunakan sistem pustaka digital, sebagai salah satu persiapan menghadapi era revolusi industri 4.0.

(Ophik)

0Shares