Berlangsung Haru, Rutan Maninjau Gelar Perpisahan Karutan

Maninjau, KABA12 — Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Maninjau, Kabupaten Agam menggelar acara perpisahan Kepala Rutan (Karutan) Joko Prayitno yang mendapat amanah baru sebagai Kepala Bidang di Lapas Kelas I A Malang, Jawa Timur. Acara tersebut digelar di Rutan setempat, Minggu (16/8).

Kegiatan perpisahan tersebut dihadiri Kapolsek Tanjung Raya Iptu Loren Efendi, Camat Tanjung Raya Al Hafidh, Ketua TP PKK Kabupaten Agam Ny. Merry Benni Warlis, Ketua TP PKK Tanjung Raya Ny Dilla Al Hafidh, jajaran pegawai Rutan Maninjau, warga binaan, serta sejumlah undangan lainnya.

Dalam kesempatan itu, suasana perpisahan berlangsung penuh keakraban. Acara dirangkai dengan makan pagi bersama yang melibatkan warga binaan, pegawai Rutan, dan para undangan.

Ketua TP PKK Kabupaten Agam, Ny. Merry Benni Warlis, menyampaikan terima kasih kepada Joko Prayitno atas kerja sama dan pengabdiannya selama bertugas di Maninjau.

“Terima kasih sudah bekerja sama selama ini. Pesan saya kepada seluruh pegawai agar terus bekerja dengan maksimal seperti Bapak Joko yang tak kenal lelah dalam mengabdi,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan selamat kepada Joko Prayitno atas amanah barunya. Ia berharap kariernya terus meningkat hingga suatu saat dapat menjadi Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan HAM.

“Selamat kepada Pak Joko yang mendapat amanah baru di Lapas Malang. Mudah-mudahan nanti bisa menjadi Kakanwil di Sumatera Barat nanti,” katanya sambil bercanda.

Dalam kesempatan tersebut, Joko Prayitno mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran atas kerja sama, dukungan, dan kekompakan yang telah terjalin selama dirinya bertugas di Rutan Maninjau.

“Terima kasih atas kebersamaan dan kerja keras kita semua selama ini. Semoga apa yang telah kita bangun bersama dapat terus dilanjutkan dan menjadi lebih baik lagi ke depannya,” tuturnya.

Selama bertugas di Rutan Maninjau, Joko mengatakan banyak kesan yang diperolehnya. Salah satunya adalah pengalaman dalam menghadapi bencana hidrometeorologi yang menerjang kawasan Maninjau pada akhir tahun 2025.

Pengalaman tersebut, menurutnya, menjadi bagian penting dari perjalanan pengabdiannya di Maninjau. Dalam situasi bencana, kebersamaan dan kekompakan jajaran menjadi hal penting dalam memastikan pelayanan dan pembinaan terhadap warga binaan tetap berjalan.

juga menyampaikan pesan kepada warga binaan agar tetap semangat dalam menjalani kehidupan dan mengikuti proses pembinaan selama berada di Rutan.

“Untuk warga binaan, tetap semangat dalam menjalani kehidupan. Jadikan masa pembinaan ini sebagai kesempatan untuk menjadi pribadi yang lebih baik,” pesannya.

Usai makan bersama, kegiatan dilanjutkan dengan panen kacang panjang dan timun oleh tamu undangan di lahan SAE Rutan Maninjau.

(Bryan)

0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 4   +   1   =