Bukittinggi, KABA12.com — Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi media informasi saat ini tidak terbendung. Pemerintah didorong untuk memanfaatkan perkembangan teknologi ini melalui keterbukaan informasi.
Tak hanya itu, tradisi yang sudah menjadi identitas masyarakat satu persatu harus dimanfaatkan sebagai media informasi secara tradisional, “dan tradisi itu harus dibranding, sehingga dapat mengangkat nama daerah,” ungkap Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika provinsi Sumbar Yeflin Luandri dalam sosialisasi pemilihan media tradisional terbaik 2017 wilayah Sumbar bagian utara, di aula Badan Keuangan Daerah Bukittinggi, Selasa (09/05).
Yeflin Luandri menyebutkan, kondisi riil media tradisional di Sumbar saat ini masih perlu pengembangan dan peningkatan.
Untuk efektifnya, sangat diperlukan sinergitas antara dinas kominfo dan dinas pariwisata disetiap daerah untuk mencari potensial daerah yang bisa dipatenkan, “sehingga masing-masing kabupaten/kota punya identitas yang menjadi brand masing-masing daerah,” sebutnya.
Wakil Walikota Bukittinggi Irwandi yang membuka kegiatan tersebut mengharapkan sinergitas antara provinsi dan daerah kabupaten/kota lainnya dapat terjalin, “dampak informasi saat ini memang luar biasa, ada positif dan negatifnya, kita harapkan ada sinergitas antara provinsi dengan daerah, sehingga fokus pengembangan daerah jadi terarah,” ujarnya.
Irwandi mengungkapkan, untuk memajukan tradisi daerah sebagai media tradisional tidak terlepas dari pelaku seni, “harus diciptakan media bagi pelaku seni untuk bertemu dan berdiskusi, sehingga media tradisional ini dapat maksimal penerapannnya,” harapnya
Sosialisasi pemilihan media tradisional terbaik 2017 ini diikuti 10 daerah kabupaten/kota wilayah Sumbar bagian Utara, terdiri dari 50 peserta. Pemilihan media tradisional terbaik ditingkat provinsi akan dilakukan Agustus mendatang.
(Jaswit)