Lubukbasung, kaba12.com — Badan Pusat Statistik (BPS) Agam kerahkan 189 petugas untuk mendata potensi desa (Podes), pembentukan modal tetap bruto (PMTB) dan survei pertanian antar sensus (Sutas) 2018.
Hal itu diungkapkan kepala BPS Agam, Joni Suardi, Rabu (2/5) di Lubukbasung.
Dijelaskan, disamping bertujuan menghasilkan data potensi desa, menghasilkan data klarifikasi atau tipologi desa, dan informasi dasar untuk sensus penduduk, pendataan ini juga dilakukan untuk menentukan potret masyarakat sesuai bidangnya masing-masing seperti pertanian sekitar persen, perkebunan dan lainnya.
“Pendataan tiga program dilakukan serentak di seluruh Indonesia. pendataan tersebut melibatkan 110 pendata, PMTB sebanyak tujuh pendata dan Sutas sebanyak 72 pendata, dengan koresponden 477 jorong dan 91 nagari atau organisasi perangkat daerah, ,” ungkapnya.
Ditambahkan, untuk pendapataan Podes dan PMTB berlangsung selama satu bulan, yakni mulai 1- 31 Mei 2018.
“Untuk pendataan Mei dan Juni 2018, ” tambahnya.
Sementara Sekab. Agam Martiaswanto menyebut ketersediaan data sangat penting bagi pemerintah.
Untuk itu pihaknya meminta para kepala OPD, kepala badan, camat, pemerintah nagari bekerjasama dan membantu BPS dengan memberikan data-data yang dibutuhkan.
“Data ini untuk perbaikan investasi, penciptaan lapangan pekerjaan dan menentukan luas pertanian di daerah itu,” katanya.
Disamping itu, terkait penyusunan disagregasi PMTB akan dilaksanakan secara bertahap. Pada 2018 dilakukan pengumpulan data PMTB untuk seluruh unit institusi.
Nantinya, dari data pengumpulan data PMTB ini, akan diperoleh data investasi menurut lapangan usaha, pelaku investasi dan jenis investasi.
“Dengan tersedianya data PMTB yang rinci, akan membantu pemerintah mengambil kebijakan dalam meningkatkan iklim investasi dan mempermudah investor untuk berusaha, serta membantu dunia usaha dalam menentukan arah kebijakan usahanya,” ulasnya.
(virgo/*)
