Lubukbasung,kaba12.com — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Barat mendorong Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) di Sumbar menggelar pertemuan rutin dalam rangka menurunkan risiko bencana.
Hal itu mencuat dalam pembahasan dan uji coba publik Pengurungan Risiko Bencana (PRB) di Premier Basko Hotel, Senin (18/11) kemarin di Padang, yang disampaikan Yunaidi Kabid.PK BPBD Agam kepada kaba12.com.

Harapan digelar diskusi dan pertemuan rutin FPRB di daerah itu, disampaikan Kepala Pelaksana BPBD Sumbar melalui Kasubdit Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Indraveri.
Disebutkan, penyusunan Rencana Penanggulangan Bencana (RPB) Sumatera Barat setelah disusun perlu uji publik yang dibahas secara bersama oleh instansi terkait dan BPBD kabupaten- kota serta dari pakar dan tim teknis penyusun RPB.

Ditambahkan, sebelum pembahasan uji publik RPB, mesti dijelaskan rencana penanggulangan bencana, permasalahan, sasaran dan strategi serta aksi tindaklanjut program pengurangan risiko bencana di Sumatera Barat dan menetapkan skala prioritas penanggulangan bencana.
Sementara tim teknis PRB Sumatera Barat Khalid yang memimpin diskusi penetapan skala prioritas berdasarkan strategi yang ada untuk bersama-sama menetapkan 5 dari 18 skala prioritas beserta rencana aksi yang dikerjakan selama 5 tahun kedepan.
Enam strategi skala prioritas yang disepakati PRB dalam wilayah Sumbar yaitu tsunami, gempa bumi, banjir, banjir bandang, dan gunung marapi dengan menyesuaikan potensi yang ada di masing-masing kabupaten kota di Sumbar.
” Kita berharap RPB Sumbar cepat selesai dan dapat dijadikan acuan pemerintah dalam menyikapi bencana yang ada dalam pantauan dan pengawasan provinsi, ” ulas Khalid.
(Jaswit)
