Bertemu Sejawat di Komisi IX DPR RI, Wabup M.Iqbal dan Ribka Tjiptaning Bahas Penanganan Bencana di Maninjau

Maninjau,kaba12 — Bertemu sejawat saat bertugas di Komisi IX DPR RI di lokasi terdampak bencana di Jorong Pasar Maninjau, nagari Maninjau, kecamatan Tanjung Raya, Sabtu, (3/1), Wakil Bupati Agam H.M.Iqbal dan Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Kesehatan dr Ribka Tjiptaning Proletariyati, A.Ak, bahas berbagai hal berkaitan dengan upaya penanganan dampak bencana di wilayah Kabupaten Agam.

Wabup Agam itu, bertemu sejawatnya itu, saat meninjau pembersihan material banjir bandang yang menimbun akses jalan provinsi Lubukbasung-Bukittinggi, di kawasan Maninjau, sementara saat bersamaan dr.Ribka memantau aktivitas tim medis PDI Perjuangan yang memberikan layanan kesehatan bagi warga terdampak.

Melihat keberadaan dr.Ribka, Wabup Agam M.Iqbal langsung mendatangi Ketua DPP PDI P yang didampingi Bendahara DPW PDIP Sumbar Yogi Yolanda tersbeut, dan menyampaikan apresiasi dan terimakasihnya atas dukungan maksimal dari keluarga besar PDI Perjuangan untuk membantu warga terdampak bencana di Agam.

“Kita berterima kasih kepada siapa pun yang datang membantu. Pemerintah daerah menerima dengan tangan terbuka. Termasuk tambahan relawan medis dari salah satu partai politik, kali ini dari PDI Perjuangan,” kata Iqbal kepada wartawan di lokasi.

Menurutnya, dalam kondisi darurat bencana, yang paling dibutuhkan adalah empati dan kepedulian bersama tanpa melihat latar belakang,“dalam situasi seperti ini, yang dibutuhkan adalah simpati dan kepedulian semua pihak. Intinya, kita membuka lebar pintu kepedulian dari siapa pun,” tegasnya.

Sekilas, M.Iqbal menyebutkan kedekatannya dengan dr Ribka Tjiptaning, sama-sama bertugas di DPR RI., “beliau Ketua Komisi IX saat itu, dan saya anggota Komisi IX. Jadi sudah lama saling mengenal,” ujarnya.

Terkait dengan penanganan dampak bencana, PDI Perjuangan mengerahkan tim medis untuk membantu warga terdampak banjir bandang dan longsor di Maninjau. dr Ribka Tjiptaning turun langsung memimpin pelayanan pemeriksaan dan pengobatan kesehatan gratis bagi masyarakat.

Layanan kesehatan diberikan di posko pengungsian hingga ke permukiman warga yang sulit dijangkau akibat tertutup material lumpur dan batu. Tim medis menyasar kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta ibu hamil yang mengalami gangguan kesehatan pascabencana.

“Dalam kondisi bencana, kenyamanan pribadi bukan prioritas. Yang utama adalah memastikan rakyat mendapat pertolongan,” ujar dr Ribka.

(HARMEN)

0Shares