Lubukbasung, KABA12.com — Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Agam menargetkan penghimpunan zakat dan infak sebesar Rp10,5 miliar dari aparatur sipil negara dan perorangan selama 2019.
Seperti yang disampaikan Wakil Ketua Bidang Perencanaan Laporan dan Keuangan Baznas Kabupaten Agam, Abul Aziz, Rabu (17/4), bahwa target zakat dan infak itu berasal dari gaji Aparatur Sipil Negara (ASN) dan perorangan.
“Zakat dari aparatur sipil negara sekitar 90 persen dan 10 persen dari perorangan,” katanya.
Dijelaskan, agar target itu tercapai, Baznas Agam akan meningkatkan sosialisasi ke instansi vertikal yang belum menyalurkan zakat ke Baznas setempat. Sosialisasi juga dilakukan ke perusahaan kelapa sawit dan perusahaan lain di daerah itu.
Baznas Agam telah menyalurkan Rp11,84 miliar untuk orang yang berhak menerima zakat dan tersebar di 16 kecamatan di daerah itu.
Dana Rp11,84 miliar itu disalurkan untuk fakir Rp1,13 miliar, miskin Rp4,8 miliar, amil Rp1,55 miliar, mualaf Rp17,7 juta, garin Rp447 juta dan lainnya.
Ia berharap target tersebut bisa tercapai dan bahkan akan melebihi dari target pada tahun sebelumnya, karena pada 2018 target hanya Rp8,9 miliar. Realisasi zakat dan infak pada 2018 sebesar Rp9,4 miliar.
“Selama ini kita belum menggarap dana sertifikasi guru, TPP dan tunjangan lain tersebut,” katanya.
(Jaswit)
