Baru Dua Bulan, Sudah 22 Orang Digigit Anjing Di Agam, 4 Positif Rabies

Lubukbasung, KABA12.com — 22 Orang jadi korban gigitan anjing di Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat sejak awal Januari hingga akhir
Februari 2019.

Sekretaris Dinas Pertanian Agam, Zulfren mengatakan empat dari 22 korban tersebut didapati positif rabies dan telah diberi Vaksin
Anti Rabies (VAR) serta Serum Anti Rabies (SAR) oleh pihak puskesmas.

“Kita mencatat ada 14 kasus gigitan hewan penular rabies sejak Januari hingga akhir Februari 2019. Kasus ini menimbulkan korban sebanyak 22 orang, karena satu ekor hewan penular rabies mengigit satu sampai empat
korban. Sementara untuk empat warga yang positif rabies diketahui karena anjing tersebut mati setelah beberapa hari mengigit warga, korban
lebih dari satu orang dan lainnya ” ujarnya.

Dia menjelaskan, berdasarkan data sistem informasi kesehatan hewan nasional (Sikhnas), 14 kasus itu tersebar di Lubukbasung dan Tanjungraya dengan hewan penular rabies jenis kucing empat kasus dan anjing delapan kasus.

Lebih lanjut Zufren menjelaskan, pada tahun 2018 lalu jumlah kasus gigitan hewan penular rabies sebanyak 210 orang. Sedangkan pada tahun 2017 sebelumnya, kasus gigitan hewan penular rabies sebanyak 143 orang atau naik 67 orang.

“Hewan positif rabies pada 2018 sebanyak 14 ekor dan sebelumnya hanya enam ekor. Ini berdasarkan pemeriksaan anjing, kucing dan kera di
Laboratorium Kesehatan Hewan Kecamatan Baso,” katanya.

Untuk mengurangi kasus gigitan, pihaknya memberikan sosialisasi kepada pemilik HPR agar memberikan vaksinasi yang disediakan oleh Dinas
Pertanian Agam secara gratis. Selain itu juga melakukan eliminasi terhadap anjing liar.

Zufren menambahkan, angka populasi anjing di Kabupaten Agam ada sekitar 32.707 ekor yang tersebar di 16 kecamatan.

(Jaswit)

0Shares