Palembayan,kaba12 — Warga Palembayan semakin pilu menyusul serentetan musibah yang kembali menghantam wilayah tersebut. Dampak hujan lebat yang mendera wilayah Kabupaten Agam, kembali menyebabkan kengerian bagi warga di Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Rabu, (11/2/2026).

Informasi yang dihimpun kaba12 dari berbagai sumber menyebutkan, dampak hujan lebat memicu luapan aliran sungai yang sebelumnya sudah ditata oleh relawan, TNI-Polri bersama warga, pasca bencana banjir bandang yang terjadi Kamis,(27/11/2025) tahun lalu. Saat ini, aliran sungai kembali melebar akibat terjangan banjir bandang.
Dampak terjangan banjir bandang juga menghancurkan setidaknya dua jembatan darurat yang dibangun Brimob Polda Sumbar, Jambi dan Riau bersama warga di Jorong Subarang Aia dan Jorong Kampuang Tangah Barat, “jembatan darurat hancur terjangan banjir bandang, warga kembali terisolasi, “jelas Zulpardi, anggota DPRD Agam yang memantau kondisi lokasi terdampak banjir bandang susulan Kamis,(12/2/2026) pagi.

Dijelaskan, banjir besar yang melanda wilayah Palembayan Rabu kemarin,tidak hanya menyebabkan lenyapnya jembatan darurat yang sudah dibangun oleh tim gabungan Brimob Polda Sumabr, Riau dan Jambi bersama warga dan bersama personil TNI serta relawan lainnya, tapi juga menyebabkan warga mengungsi ke lokasi aman karena trauma karena dampak bencana banjir bandang tahun lalu.
Disebutkan Zulpardi, saat ini warga di Jorong Subarang Aia dan Kampuang Tangah Barat kembali terisolasi karena akses jembatan darurat yang putus, saat ini anak-anak tidak bisa bersekolah, termasuk warga tidak bisa melakukan aktivitasnya, “ saat ini banjir sudah suruh, namun akses jalan darurat terputus akibat jembatan darurat yang hancur diterjang banjir bandang, “ulas anggota DPRD Agam dari fraksi PAN itu.

Zulpardi berharap, Pemkab.Agam bisa segera turun tangan untuk kembali membangun jembatan darurat untuk warga setempat, karena sarana sangat vital untuk mendukung akses warga, termasuk kegiatan ekonomi dan pendidikan anak-anak, karena sebelumnya para relawan dan satuan dari Brimod dan TNI sudah berjibaku membangun jembatan tersebut, namun akibat banjir bandang susulan, jembatan yang sangat bermanfaat bagi warga terdampak bencana itu, kini tinggal pondasi di dua sisi.
“Kami berharap,Bupati Agam bisa segera turun tangan membantu warga, menginstruksikan jajarannya untuk membangun kembali jembatan darurat di lokasi tersebut, saat ini warga masih terisolasi , “sebut Zulpardi lagi.
(HARMEN)
