Batukambing, kaba12.com — Dampak hujan lebat yang terjadi sejak Kamis sore tadi, memicu serangkaian musibah di wilayah kecamatan Ampek Nagari, kabupaten Agam.
Informasi yang dihimpun kaba12.com Kamis malam ini, setidaknya 3 nagari terdampak bencana meluapnya aliran sungai Batang Bawan dan Batang Silatang, terutama nagari Sitalang, Nagari Batukambiang, dan nagari Sitanang, yang mengakibatkan terjadinya banjir bandang dan longsor di beberapa titik.
Laporan awal yang dihimpun kaba12.com dari camat Ampek Nagari Roza Syafridienti dan Kasat Po.PP-Damkar Agam Kurniawan Syahputra dari lokasi kejadian, menyebutkan, dampak luapan banjir kali ini, cukup mengerikan.
Disebutkan, selain jembatan yang dilaporkan rusak parah bahkan putus diterjang banjir bandang, pemukiman warga ikut direndam lumpur yang dibawa banjir. Bahkan setidaknya 3 ruang belajar MTsN Batukambing jebol dihantam banjir, sehingga seluruh ruangan dipenuhi lumpur dan material lain yang dihanyutkan banjir.
Bahkan,areal halaman sekolah ikut direndam banjir, dipenuhi lumpur dan kayu-kayu serta bebatuan yang dibawa tumpahan banjir bandang, termasuk di pemukiman dan sarana umum lainnya.
Saat ini, sebut Kurniawan Syahputra, Kasatpol.PP-Damkar Agam, pihaknya bersama personil sudah berada di lokasi kejadian untuk membantu penanganan terhadap warga terdampak, termasuk evakuasi pada warga yang rumahnya direndam banjir.
Bahkan saat ini, sebut Kurniawan Syahputra, wilayah Batukambing, Sitalang dan Sitanang gelap gulita, karena dilaporkan cukup banyak tiap listrik yang ambruk diterjang banjir bandang, “ cuaca masih buruk, kita masih mencari langkah untuk penanganan lebih lanjut, sementara warga yang terdampak sudah dievakuasi, dan sebagian sudah kembali ke rumah mereka untuk membersihkan rumah dan mencari barang yang dibutuhkan untuk pindah sementara, “jelasnya.
Hingga Kamis malam ini, tidak diperoleh informasi tentang adanya korban terdampak musibah banjir bandang tersebut, termasuk total kerusakan dialami menyusul bencana banjir bandang yang menerjang wilayah kecamatan Ampek Nagari tersebut, “ kami masih berupaya menembus beberapa titik yang diinformasikan warga, volume banjirnya tinggi, “ sebut Kurniawan Syahputra.
Sementara, di wilayah Barat kabupaten Agam, termasuk di kecamatan Ampek Nagari, curah hujan masih tinggi, bahkan di lokasi terdampak bencana di kecamatan Ampek Nagari, masih gelap gulita karena aliran listrik PLN padam, diduga dampak terjangan banjir bandang yang merubuhkan tiang listrik dan memutuskan kabel jaringan di wilayah itu.
HARMEN
