Kaba Terkini

Antisipasi Kematian Ikan Susulan, Petani KJA Dihimbau Segera Panen

Maninjau, KABA12.com — Pemerintah Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam menghimbau para petani keramba jaring apung (KJA) di Danau Maninjau untuk segera melakukan panen lebih dini guna mengantisipasi terjadinya kematian ikan massal susulan.

Camat Tanjung Raya Handria Asmi mengatakan, selain sebagai upaya antisipasi kematian massal, memanen ikan lebih dini juga bertujuan untuk mencegah kerugian besar bagi para petani KJA.

“Petani KJA yang tidak mengalami kematian ikan, dihimbau untuk secepatnya memanen ikan
lebih dini guna mengantisipasi kematian susulan dan kerugian besar,” ujar Camat Handria Asmi kepada KABA12.com, Jum’at (31/12).

Ia menambahkan, saat ini kematian ikan budidaya KJA di Danau Maninjau terjadi akibat pengaruh cuaca ekstrim dan berkurangnya oksigen di dalam danau. Handria menyebut, kematian ikan secara massal terjadi pada Rabu (29/12) malam dan Kamis (30/12) pagi kemarin.

Dijelaskan, data dari Penyuluh Perikanan Kecamatan Tanjung Raya, kematian ikan secara massal itu terjadi di dua nagari yakni Nagari Bayua dan Nagari Maninjau dengan jumlah keseluruhan sebanyak 250 ton.

“Tercatat sebanyak 250 ton ikan KJA di Danau Maninjau kembali mati secara mendadak. Rinciannya 200 ton di Nagari Bayua dan 50 ton di Nagari Maninjau,” katanya.

Kendati begitu, ia meminta para petani KJA untuk melakukan upaya antisipasi kematian ikan dengan berbagai cara salah satunya melakukan panen dini.

“Kondisi cuaca pancaroba saat ini diprediksi akan berlangsung hingga Februari 2022 nanti. Untuk itu, segera lakukan panen ikan budidaya keramba agar tidak terjadi kematian ikan yang berulang,” ungkapnya.

Disamping itu, pihaknya juga meminta para petani KJA yang mengalami kematian ikan untuk tidak membuang bangkainya ke danau agar tidak terjadi pencemaran udara dan lingkungan.

“Kami tak pernah bosan menghimbau para petani KJA itu untuk tidak membuang bangkai ikan ke dalam danau, melainkan di kubur di darat. Namun sampai saat ini himbauan itu tidak diindahkan, padahal membuang bangkai ikan sangat tidak dibenarkan dalam peraturan dan perundang- undangan,” jelasnya.

(Bryan)

To Top