Bukittinggi, KABA12 — Pemerintah Kota Bukittinggi telah berlakukan program sekolah lima hari, bagi pelajar SD dan SMP. Selain menetapkan hal itu, Wali Kota Bukittinggi juga menganjurkan setiap sekolah untuk tidak memberikan Pekerjaan Rumah (PR) kepada siswa.
Anjuran ini, bukan tanpa alasan. Pasalnya, Wako Erman menginginkan para generasi muda memiliki waktu lebih dan berkualitas bersama keluarga di rumah.
Wali Kota Bukittinggi, Erman Safar, menjelaskan, untuk menerapkan pendidikan berkarakter berlandaskan ABS-SBK, butuh kerjasama semua pihak, terutama keluarga. Sehingga pelajar juga butuh komunikasi dan waktu yang berkualitas dengan keluarga di rumah.
“Dengan sekolah lima hari, kuantitas dan kualitas waktu mereka (pelajar -red) di rumah beraama keluarga meningkat. Kami juga anjurkan untuk tidak ada lagi PR. Kita ganti dengan kegiatan lainnya,” ujar Erman Safar, Senin (02/10).
Kegiatan yang dimaksud, lanjut Wako, membaca dan mengaji bersama orang tua, setelah shalat magrib. Hal ini bisa dilakukan setiap hari, jika waktu bersama keluarga juga lebih banyak.
“Program ini sudah kita susun di Dinas Pendidikan dan akan kita sosialisasikan untuk diterapkan. Nama programnya PIN Great Young,” ungkapnya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bukittinggi, Herriman, menambahkan, program PIN Great Young Wali Kota Bukittinggi, ditujukan untuk meningkatkan literasi dan cinta Al-Qur’an bagi siswa jenjang SD dan SMP se-Kota Bukittinggi.
Ditambahkan, literasi baca tulis dan kegiatan Magrib Mengaji bersama orangtua ini merupakan upaya Pemerintah Kota Bukittinggi untuk mengangkat budaya magrib mengaji kembali hidup ditengah masyarakat, sebagai salah satu upaya mendukung pendidikan karakter anak.Kegiatan literasi bersama orangtua dilaksanakan setiap Sabtu dengan alokasi waktu minimal 30-60 menit.
“Satuan pendidikan nantinya akan memfasilitasi buku laporan literasi dan magrib mengaji bersama orang tua untuk semua siswa di sekolah dan akan memberikan penilaian terhadap laporan literasi dan Magrib mengaji bersama orang tua nantinya. Untuk buku bacaan yang akan dibaca siswa adalah buku cerita fiksi atau non fiksi seperti buku sejarah, buku perjuangan, biografi yang bersumber dari siswa itu sendiri, perpustakaan sekolah, perpustakaan daerah, internet dan lainnya,” ujarnya.
(Harmen/*)
