Lubukbasung, KABA12.com — Wakil Bupati Agam, Trinda Farhan Satria mengatakan, persoalan dalam penyedotan dan pengerukan sendimen sisa pakan ikan yang mencemari Danau Maninjau adalah anggaran transportasi dari tempat pengumpulan sementara ke tempat pembuangan akhir yang sangat besar.
“Awalnya kita memprediksi sendimen itu kaya akan unsur hara. Jadi banyak perkebunan sawit yang mau menampung bahkan bersedia menjemput sendiri. Namun setelah diteliti ternyata kandungan haranya rendah sehingga rencana awal jadi batal,” jelasnya usai rapat koordinasi dengan sejumlah perwakilan kementerian di Agam, Selasa (18/02).
Akibatnya, anggaran untuk transportasi sendimen itu menjadi membengkak. Solusinya, penyedotan dilakukan sedikit demi sedikit tetapi berkelanjutan.
Danau Maninjau di Agam, Sumbar menjadi salah satu danau yang kritis hingga ditetapkan sebagai salah satu danau strategis nasional. Upaya penyelamatannya melibatkan lintas lembaga, provinsi dan kabupaten.
(Virgo/*)
