Lubuk Basung, KABA12.com — Dalam rangka memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat pada perayaan Idul Fitri 1439 Hijriah di wilayah hukum Polres Agam, sebanyak 200 personil siap diterjunkan dalam Operasi Ketupat Singgalang (OKS) 2018.
Kapolres Agam, AKBP Ferry Suwandi S.Ik mengatakan, sebanyak 200 personil siap mengamankan dan memberikan rasa nyaman kepada masyarakat saat lebaran mendatang.
Selain itu, Polres Agam mendirikan 4 Pos PAM dan 7 Pos Pelayanan dibeberapa titik.
“Untuk pos PAM, kita akan siapkan tiga pos Kelok 44, di Kelok 1, Kelok 32 dan Kelok 44. Sementara untuk Pos PAM satu lagi kita siapkan di Simpang Gudang, Nagari Manggopoh, Kecamatan Lubuk Basung,”kata AKBP Ferry Suwandi S.Ik kepada kaba12.com, Rabu (06/06).
Kapolres Agam menjelaskan, 3 pos yang disiapkan di Kelok 44 tersebut untuk mengantisipasi kemacetan, karena daerah tersebut merupakan titik kemacetan.
Selain itu, pihaknya juga menyiapkan satu unit mobil derek jika ada kendaraan yang mogok saat melewati Kelok 44.
Ditambahkan, tujuh pos pelayanan sifatnya dinamis bertujuan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat baik itu, menjelang lebaran maupun usai lebaran.
“Tujuh pos pelayanan ini, akan kita siapkan di tempat-tempat keramaian, pasar dan objek- objek wisata. Untuk tahap awal ini kita akan fokuskan dulu di pasar- pasar dan setelah lebaran baru akan kita fokuskan di objek- objek wisata dan pusat keramain,”ujarnya.
Sementara itu, untuk mengantisipasi melonjaknya harga dan kelangkaan bahan pokok, Polres Agam telah membentuk Tim Satgas Pangan yang terdiri dari beberapa instansi terkait. Dan tim tersebut telah melakukan operasi pasar dalam rangka memantau ketersedian dan harga bahan pokok.
“Hingga saat ini, dari hasil operasi Tim Satgas Pangan kita, ketersedian bahan pokok masih memadai dan untuk harganya sendiri belum ada kenaikan secara signifikan,” tegasnya.
Kemudian, untuk meningkatkan kewaspadaan dan memberikan rasa aman kepada masyarakat terhadap potensi aksi terorisme, Polres Agam juga telah menyiapkan di setiap pos personil bersenjata (Buddy System).
“Minimal disetiap pos ada dua orang personil bersenjata lengkap. Selain itu nanti mereka juga melakukan pengawasan secara bertahap,” jelasnya.
(Ardi)
