Lubukbasung,kaba12 — Aksi penebangan pohon besar di berbagai kawasan hutan di Kabupaten Agam,makin meresahkan. Bahkan, warga yang bermukim di kawasan hutan di berbagai kecamatan, minta aparat terkait untuk menggelar operasi khusus, agar aksi penebangan liar perusak hutan bisa diredam.
Kekuatiran warga itu muncul, menyikapi kembali munculnya kayu-kayu illegal tak bertuan yang ditemukan di beberapa lokasi,khususnya di wilayah Kecamatan Lubukbasung dan Kecamatan Ampek Nagari, yang diduga hasil pembalakan liar, yang memicu hutan semakin keropos dan rentan terpicu longsor dan banjir bandang.
Seperti halnya temua warga di Kampuang Melayu, Jorong Balai Ahad, Nagari Lubukbasung, Rabu lalu, dimana tumpukan kayu olahan sengaja ditutupi pemiliknya dengan pelepah kelapa sawit dan 1 unit mobil bermuatan penuh kayu hasil olahan yang saat ini masih belum disita petugas.
Beberapa warga Kampuang Melayu yang ditemui kaba12, menyebut, aksi-aksi penebangan liar itu sangat mengancam kondisi hutan di kawasan itu,termasuk di areal hutan kawasan lindung dan hutan rakyat yang saat ini dijaga oleh warga.

“Kita kuatir, jika aparat dengan serius dan focus dalam menangani kasus-kasus penebangan liar, akan memicu bencana besar di Kampuang Melayu dan wilayah Malabua, apalagi, aksi penebangan terjadi di sepanjang area sungai dari mengalir dari pebukitan, “sebut Hendri Katik kepada kaba12.
Bahkan, pihaknya bersama warga setempat bersepakat untuk mengawasi kawasan hutan bersama kelompok tani hutan kemasyarakatan, karena kawasan itu menjadi sumber mata pencarian warga dan harus betul-betul dijaga dengan baik, “kami berharap, aksi-aksi penebangan kayu illegal tidak lagi terjadi di wilayah ini, “sebutnya.
Sementara, informasi yang diperoleh kaba12, aksi penebangan liar di hutan-hutan di dua kecamatan ini, masih kerap terjadi, padahal kawasan hutan sudah banyak yang gundul, bahkan banyak yang sudah alih fungsi menjadi kebun sawit, seperti halnya di Palembayan, Sitanang, Sitalang, Batu Kambing, Silayang dan beberapa kawasan hutan lain.
Dilain pihak, sebelumnya Andi Junaidi, Dansatgas UPTD KPHL Agam Unit IV, menegaskan pihaknya terus memantau kawasan hutan di wilayah kabupaten Agam, khususnya dari potensi kerusakan dan aksi penebangan liar, “kami terus memantau di lapangan, “tegasnya.
Andi Junaidi bahkan mengapresiasi peran aktif warga dalam membantu memantau kondisi hutan di wilayah masing-masing, karena hal itu akan sangat membantu menjaga kelestarian hutan, dan mengantisipasi dampak terhadap masyarakat.
(HARMEN)
